3,2 Juta Kendaraan Masih di Jakarta, Lonjakan Diperkirakan Rabu-Jumat

3,2 Juta Kendaraan Masih di Jakarta, Lonjakan Diperkirakan Rabu-Jumat



Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mencatat bahwa sebagian besar kendaraan pemudik masih berada di Jakarta hingga malam hari Sabtu (14/3). Berdasarkan data yang diperoleh, jumlah kendaraan yang belum meninggalkan ibu kota mencapai sekitar 3,2 juta unit.

Brigjen Pol Faizal, Dirgakkum Korlantas Polri, menjelaskan bahwa proyeksi total kendaraan yang akan keluar dari Jakarta selama masa mudik masih cukup tinggi. Menurutnya, hingga saat ini, sebanyak 459.570 kendaraan telah meninggalkan Jakarta.

“Prediksi kami memang menunjukkan peningkatan pada tanggal 14 dan 15, namun hingga malam ini, jumlah kendaraan yang keluar dari Jakarta hanya sekitar 459.570 unit,” ujarnya saat ditemui di Command Center KM 29, Sabtu (14/3).

Ia menambahkan bahwa dari total proyeksi kendaraan yang akan keluar dari Jakarta, sekitar 3.671.028 unit masih dalam proses pergerakan. Dengan demikian, sekitar 3,2 juta kendaraan masih belum berpindah dari Jakarta.

“Artinya, sekitar 76,9% dari total kendaraan yang diperkirakan akan keluar dari Jakarta belum bergerak,” tambahnya.



Menurut Faizal, lonjakan arus mudik diprediksi akan terjadi dalam beberapa hari ke depan. Ia menyebutkan bahwa puncak pergerakan kendaraan kemungkinan terjadi pada hari Rabu, Kamis, dan Jumat.

“Nah, tentunya kami akan mengantisipasi sisa pelaksanaan Operasi Ketupat, terutama pada arus mudik. Prediksi kami, pada hari Rabu, Kamis, dan Jumat, akan terjadi lonjakan,” ujarnya.

Untuk menghadapi lonjakan tersebut, Korlantas Polri telah menyiagakan personel di berbagai jalur, baik jalan tol maupun arteri utama. Tujuannya adalah untuk memastikan kelancaran lalu lintas dan mencegah kemacetan yang berpotensi terjadi.

“Namun tentunya kita tetap memantau perkembangan situasi. Anggota kami di seluruh jalur, baik itu di tol maupun arteri, tetap mengantisipasi,” ujarnya.

Beberapa strategi juga telah disiapkan oleh Korlantas Polri, termasuk pengaturan lalu lintas secara real-time dan koordinasi dengan instansi terkait. Hal ini dilakukan agar masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dengan aman dan lancar.

Selain itu, Korlantas juga terus memberikan informasi melalui berbagai saluran, seperti media sosial dan papan informasi di titik-titik strategis. Dengan demikian, para pemudik dapat memperoleh data terkini tentang kondisi lalu lintas sebelum memulai perjalanan.

Pemantauan dan antisipasi terhadap arus mudik menjadi hal penting, mengingat jumlah kendaraan yang masih menumpuk di Jakarta. Dengan adanya persiapan yang matang, diharapkan tidak terjadi kepadatan atau kecelakaan yang mengganggu kelancaran arus mudik.

Related posts