Patung Fatmawati Jahit Bendera Saat Hamil Jadi Ikon Taman Bendera Pusaka Jakarta Selatan

Patung Fatmawati Jahit Bendera Saat Hamil Jadi Ikon Taman Bendera Pusaka Jakarta Selatan

Taman Bendera Pusaka, Ruang Sejarah di Jakarta Selatan

Jakarta Selatan kini memiliki Taman Bendera Pusaka yang menjadi tempat yang menggambarkan sejarah bangsa Indonesia. Taman ini menampilkan patung Fatmawati Soekarno saat sedang menjahit bendera Merah Putih. Patung ini tidak hanya menjadi ikon taman, tetapi juga menyimpan makna sejarah yang dalam.

Fatmawati Soekarno, istri Presiden pertama RI Soekarno, menjahit bendera Merah Putih pada masa perjuangan kemerdekaan. Saat itu, ia sedang hamil putra sulungnya, Guntur Soekarnoputra. Hal ini membuat patung tersebut semakin bernilai sebagai simbol perjuangan dan dedikasi ibu bangsa.

Taman Bendera Pusaka resmi diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pada Sabtu (14/3/2026). Dalam sambutannya, ia menjelaskan bahwa penempatan patung Ibu Fatmawati di taman ini bertujuan untuk memberikan penghargaan kepada sosok yang berjasa besar bagi bangsa.

“Menempatkan Patung Ibu Fatmawati di area Taman Bendera Pusaka ini, kami ingin memberikan penghargaan pada sosok yang berjasa besar bagi bangsa,” ujar Pramono Anung. “Patung Ibu Fatmawati ini saat sedang hamilnya Mas Guntur,” tambahnya.

Desain Taman yang Menginspirasi

Desain Taman Bendera Pusaka terinspirasi dari filosofi Sang Saka Merah Putih. Taman ini dibagi menjadi dua zona utama: zona merah yang aktif dan dinamis, serta zona putih yang tenang dan reflektif. Kedua zona ini saling terhubung melalui jalur pedestrian, jembatan penghubung, dan ruang terbuka.

“Bendera Merah Putih ini adalah identitas bangsa, identitas nasional yang tertinggi, sekaligus lambang kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Pramono Anung.

Salah satu ikon taman ini adalah patung Fatmawati, yang merupakan karya seniman Teguh Ostenrik, dengan desain pedestal oleh arsitek Yori Antar. Patung ini menjadi pusat perhatian dan simbol kebanggaan bagi warga Jakarta.

Fasilitas Lengkap dan Ramah Pengunjung

Pramono berharap, Taman Bendera Pusaka dapat menjadi alternatif pilihan bagi warga Jakarta untuk berolahraga dan bersantai. Taman ini memiliki akses terbuka 24 jam dan pengawasan CCTV untuk keamanan pengunjung.

Taman ini juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti lapangan padel, lapangan multifungsi untuk basket, tenis, dan bulu tangkis, serta terowongan penghubung antar taman dan amfiteater. Selain itu, taman ini dirancang ramah penyandang disabilitas.

Keunikan Taman dan Tanaman yang Ada

Taman Bendera Pusaka memiliki luas 5,6 hektare dengan jogging track sepanjang 1,2 kilometer. Di dalamnya, terdapat 12 jenis tanaman dan total 285 pohon, termasuk beberapa pohon langka seperti menteng, eboni, cempaka, dan kecapi.

Taman ini juga merupakan hasil integrasi dari tiga taman sebelumnya, yaitu Ayodya, Leuser, dan Langsat. Dengan kombinasi alami dan infrastruktur modern, Taman Bendera Pusaka menjadi salah satu ruang publik yang sarat nilai sejarah dan keindahan alam.

Momen Bersejarah dalam Pembangunan

Dalam kesempatan tersebut, Pramono juga menceritakan bahwa Ibu Megawati pernah menjelaskan bahwa menjahit bendera Merah Putih sangat sulit, terutama untuk warna merahnya. Ini menunjukkan betapa pentingnya proses pembuatan bendera Merah Putih yang menjadi simbol perjuangan bangsa.

Dengan adanya Taman Bendera Pusaka, masyarakat Jakarta kini memiliki tempat yang tidak hanya indah, tetapi juga penuh makna sejarah. Taman ini menjadi bukti bahwa perjuangan para pendahulu kita tidak akan pernah terlupakan.

Related posts