Profil Andrie Yunus, Aktivis HAM yang Kini Jadi Sorotan
Andrie Yunus adalah seorang aktivis hak asasi manusia (HAM) yang kini menjadi sorotan setelah mengalami penyiraman air keras di Jakarta Pusat. Sebagai Wakil Koordinator Bidang Eksternal KontraS, ia dikenal sebagai sosok yang aktif dalam menyuarakan isu-isu pelanggaran HAM dan reformasi sektor keamanan. Keberaniannya dalam menyampaikan kritik terhadap kebijakan negara membuatnya menjadi salah satu tokoh penting dalam dunia advokasi hukum publik.
Latar Belakang Pendidikan dan Karier
Andrie Yunus lahir dari latar belakang pendidikan hukum yang kuat. Ia menempuh studi di Sekolah Tinggi Hukum (STH) Indonesia Jentera dari tahun 2016 hingga 2020. Selama masa studinya, ia juga menerima beasiswa Jentera, sebuah program yang memberikan dukungan pendidikan kepada calon pengacara muda. Ia lulus pada tahun 2020 dengan skripsi berjudul Peran Paralegal dalam Mewujudkan Persamaan di Hadapan Hukum: Studi Kasus Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor: 292/PID.SUS/2018/PN.PST.
Sebelum bergabung dengan KontraS, Andrie memiliki pengalaman di bidang bantuan hukum. Ia pernah menjadi legal intern di LBH APIK Jakarta dan LBH Jakarta. Setelah menyelesaikan masa magangnya, ia kemudian bekerja sebagai advokat hukum publik di Lembaga Bantuan Hukum Jakarta dari tahun 2020 hingga 2022.
Peran di KontraS dan Advokasi Isu Kritis
Pada tahun 2022, Andrie resmi bergabung dengan KontraS, organisasi yang fokus pada isu orang hilang dan korban tindak kekerasan. Di sana, ia tidak hanya menjadi anggota biasa, tetapi juga menjabat sebagai Wakil Koordinator Bidang Eksternal. Jabatan ini menunjukkan bahwa ia memainkan peran strategis dalam advokasi dan kampanye yang dilakukan oleh organisasi tersebut.
Salah satu ciri utama Andrie adalah sikap kritisnya terhadap kebijakan negara, terutama dalam hal sektor keamanan. Ia sering terlibat dalam advokasi dan kampanye publik terkait isu reformasi sektor keamanan. Contohnya, ia sempat menjadi sorotan publik pada tahun 2025 saat bersama sejumlah aktivis masyarakat sipil mendatangi rapat pembahasan revisi UU TNI yang dianggap tidak transparan.
Selain itu, Andrie juga pernah hadir sebagai saksi dalam persidangan uji formal Undang-Undang TNI di Mahkamah Konstitusi. Dalam forum tersebut, ia memberikan keterangan dari perspektif masyarakat sipil, menunjukkan komitmennya untuk melindungi hak-hak warga negara.
Kronologi Penyiraman Air Keras
Insiden penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus terjadi di Jalan Salemba I-Talang, Jakarta Pusat. Saat itu, ia sedang mengendarai sepeda motor. Dua orang pelaku menggunakan kendaraan roda dua yang diduga motor matik Honda Beat keluaran 2016 hingga 2021. Pelaku pertama mengenakan kaus kombinasi putih-biru, celana gelap, dan helm hitam, sementara pelaku kedua menggunakan masker buff berwarna hitam dan kaus biru tua.
Salah satu pelaku kemudian menyiramkan air keras ke arah Andrie, menyebabkan luka serius di bagian tangan, muka, dada, dan mata. Akibat serangan tersebut, Andrie jatuh dari sepeda motornya dan langsung berteriak kesakitan. Tidak ada barang milik korban yang hilang atau dirampas setelah kejadian.
KontraS menilai bahwa penyiraman air keras terhadap Andrie merupakan upaya untuk membungkam suara-suara kritis masyarakat, khususnya pembela HAM. Insiden ini meningkatkan perhatian terhadap profil Andrie Yunus, karena serangan tersebut bukan sekadar tindakan kekerasan biasa, melainkan ancaman terhadap kebebasan berbicara dan advokasi hak asasi manusia.






