Kampanye “Mudik Minim Sampah” untuk Meningkatkan Kesadaran Masyarakat
Dinas Lingkungan Hidup Jakarta menggelar kampanye bertajuk “Mudik Minim Sampah” di berbagai area transportasi publik seperti stasiun, terminal, dan pelabuhan. Tujuan dari kampanye ini adalah untuk membangun kesadaran masyarakat agar lebih peduli terhadap pengurangan sampah selama perjalanan mudik.
Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jakarta, Asep Kuswanto, program ini merupakan ajakan kepada seluruh masyarakat untuk bekerja sama dalam menekan jumlah sampah yang biasanya meningkat selama periode mudik Lebaran. Ia menyampaikan hal ini dalam keterangan tertulis pada Jumat, 13 Maret 2026.
Asep menjelaskan bahwa pihaknya akan bekerja sama dengan pengelola moda transportasi mudik, termasuk pengelola stasiun, terminal, dan pelabuhan, untuk memastikan program berjalan efektif. Selain itu, koordinasi juga dilakukan agar pengangkutan sampah dapat dilakukan secara rutin, sehingga kebersihan dan kenyamanan pemudik tetap terjaga.
“Mari bersama-sama membangun kesadaran untuk mengurangi sampah selama perjalanan. Kita rayakan Idul Fitri dengan penuh kebahagiaan tanpa meninggalkan sampah yang berlebihan,” ujarnya.
Persiapan Petugas dan Sarana Pendukung
Untuk menjaga kebersihan di Jakarta secara keseluruhan, Dinas Lingkungan Hidup Jakarta mengerahkan 2.859 petugas kebersihan. Jumlah ini dibagi menjadi 70 per kecamatan, khusus untuk memastikan Jakarta tetap bersih selama periode malam takbiran, Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, hingga masa libur Lebaran.
Para petugas disiagakan di lokasi-lokasi strategis, mulai dari Tempat Penampungan Sementara (TPS), kawasan wisata, hingga area publik yang diperkirakan akan dipadati warga selama perayaan Idul Fitri dan masa libur Lebaran.
Selain personel, Asep menambahkan bahwa berbagai sarana pendukung kebersihan juga disiagakan. Di antaranya:
- 89 unit kendaraan penyapu jalan otomatis (road sweeper)
- 30 unit bus toilet
- 35 unit toilet portable yang akan ditempatkan di sejumlah lokasi
Pengangkutan Sampah dan Fokus Kebersihan
Asep berjanji untuk memaksimalkan pengangkutan sampah agar TPS kosong menjelang Hari Raya Idul Fitri. Pada hari raya, pembersihan jalan dilakukan secara manual maupun menggunakan road sweeper. Sementara selama masa libur Lebaran, fokus kebersihan akan diarahkan ke kawasan wisata yang diperkirakan ramai dikunjungi masyarakat, seperti Monas, Kota Tua, Ragunan, hingga Ancol.
Selain itu, Asep juga memastikan operasional Tempat Pengolahan Sampah Terpadu atau TPST Bantargebang dan RDF Plant tetap berjalan selama masa libur Lebaran. Hal ini bertujuan untuk memastikan pengelolaan sampah tetap optimal meskipun ada peningkatan aktivitas masyarakat.
Peran Masyarakat dalam Menjaga Kebersihan
Program ini tidak hanya menjadi tanggung jawab instansi pemerintah, tetapi juga melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Setiap individu diminta untuk ikut serta dalam menjaga lingkungan, terutama selama perjalanan mudik. Dengan kesadaran bersama, Jakarta bisa tetap bersih dan nyaman bagi semua pengunjung.
Kampanye “Mudik Minim Sampah” menjadi langkah penting dalam upaya menciptakan kebiasaan baru yang lebih ramah lingkungan. Semoga inisiatif ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam menghadapi tantangan pengelolaan sampah selama musim liburan.






