Bapanas: Harga Pangan Stabil Selama Ramadan

Bapanas: Harga Pangan Stabil Selama Ramadan

Kepala Badan Pangan Nasional Berikan Penjelasan Terkait Stabilitas Harga Pangan Selama Ramadan dan Lebaran 2026

Kepala Badan Pangan Nasional (Kabapanas) Amran Sulaiman menyatakan bahwa fluktuasi harga pangan selama bulan Ramadan hingga Lebaran 2026 tetap terjaga. Hal ini bertujuan untuk menjaga daya beli masyarakat. “Sesuai arahan Presiden sejak sebelum Ramadan, harga pangan tidak boleh naik berlebihan. Ini yang kami jaga,” ujar Amran.

Amran juga telah meminta produsen untuk mengeluarkan stok pangan yang ada. “Jangan sampai harga naik. Kalau ada yang menaikkan, aku cabut izinnya,” tambahnya. Selain itu, pemerintah secara kolaboratif melakukan berbagai program intervensi pangan.

Program Intervensi Pangan yang Dilaksanakan

Beberapa program intervensi pangan yang telah dijalankan selama Ramadan hingga Idulfitri 1447 H antara lain:

  • Distribusi beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP): Program ini bertujuan untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas harga beras.
  • Gerakan Pangan Murah (GPM): Termasuk penyaluran bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng kepada 32,3 juta keluarga penerima manfaat.

Bapanas mencatat realisasi penjualan beras SPHP sampai 19 Maret telah mencapai 42,3 ribu ton. Total target SPHP beras untuk 2026 adalah sebanyak 828 ribu ton. Bapanas sebelumnya telah mengajukan anggaran untuk SPHP beras sebesar 1,5 juta ton. Namun setelah melalui berbagai pertimbangan, salah satunya melihat realisasi SPHP beras sampai akhir tahun sebelumnya, ditetapkan anggaran sebesar Rp 4,97 triliun yang setara dengan biaya subsidi harga sejumlah 828 ribu ton.

Realisasi Gerakan Pangan Murah

Realisasi Gerakan Pangan Murah secara nasional selama Maret 2026 telah mencapai 789 kali. Program ini menyasar 24 provinsi dan 153 kabupaten/kota. Tidak hanya GPM yang menyediakan pangan secara umum, pemerintah pun menggelar GPM khusus yang menyediakan daging ayam beku berkualitas premium dengan harga sesuai Harga Acuan Penjualan (HAP). GPM khusus daging ayam beku ini tersedia di lebih dari 1.200 outlet yang tersebar di 17 provinsi dan akan berlangsung hingga sehari sebelum Idul Fitri.

Program tersebut merupakan kolaborasi antara Bapanas dengan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk, PT Japfa Comfeed Indonesia, dan PT Malindo Feedmill Tbk. GPM khusus lainnya dilakukan bersama PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) dan PT Berdikari untuk daging sapi dan kerbau dengan harga yang lebih terjangkau.

Penghargaan dari Presiden atas Upaya Pemerintah

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengatakan telah berupaya sekuat tenaga untuk menjaga dan mengendalikan harga pangan selama Ramadan 2026. Kepala Negara pun mengapresiasi hasil kerja para menteri. Dengan berbagai langkah yang telah dilakukan, pemerintah berhasil menjaga stabilitas harga pangan dan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat.

Related posts