JPO Rusak, Koalisi Pejalan Kaki: Jakarta Gagal Jadi Kota Global

JPO Rusak, Koalisi Pejalan Kaki: Jakarta Gagal Jadi Kota Global

Kondisi JPO di Terminal Kampung Rambutan yang Rusak Berat

Koalisi Pejalan Kaki mengkritik kondisi Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Terminal Kampung Rambutan, Ciracas, Jakarta Timur. JPO tersebut telah rusak berat selama tiga tahun terakhir dan dinilai membahayakan serta tidak ramah bagi kelompok rentan seperti penyandang disabilitas, ibu hamil, dan lansia.

Kerusakan fasilitas pejalan kaki ini menjadi indikasi kegagalan Pemprov DKI Jakarta dalam memenuhi indikator “walkability city” sebagai syarat kota global. Menurut data Koalisi Pejalan Kaki, sekitar 30 JPO di Jakarta dalam kondisi rusak berat, sehingga perlu dibangun ulang atau diganti dengan fasilitas seperti zebra cross atau pelican crossing sesuai kebutuhan lokasi.

Masalah Utama yang Diangkat

Ketua Koalisi Pejalan Kashi, Alfred Sitorus, menilai bahwa pembiaran kondisi JPO yang rusak menunjukkan bahwa Jakarta gagal memenuhi syarat menjadi kota global. “Jakarta yang digadang-gadang sebagai kota global sebenarnya indikator kota globalnya itu gagal. Indikatornya ya, bukan sebutan kota globalnya,” ujar Alfred.

Menurutnya, indikator kota global tidak hanya terbatas pada sisi ekonomi, tetapi juga ketersediaan fasilitas publik untuk mendukung mobilitas masyarakat, termasuk pejalan kaki dan pengguna transportasi umum. Kondisi JPO di Terminal Kampung Rambutan yang rusak dan tidak ramah bagi kelompok rentan menjadi catatan penting.

Perbandingan dengan Kota Lain

Alfred membandingkan kondisi JPO di Jakarta dengan di Bangkok, di mana pejalan kaki dapat melintas dengan nyaman dan aman, bahkan saat membawa barang besar seperti koper. “Indikator pendukung kota globalnya itu gagal karena salah satunya Jakarta harus terpenuhi terkait dengan walkability city-nya, memfasilitasi ruang pejalan kaki dengan aman dan nyaman,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa JPO aborsi, yaitu JPO yang harus dirobohkan dan dibangun ulang dengan konstruksi lebih baik atau justru ditiadakan dan diganti dengan zebra cross atau pelican crossing, jumlahnya mencapai 30 unit. Hal ini tergantung pada analisis yang dilakukan dengan memperhatikan mobilitas kendaraan dan kebutuhan lokasi.

Kondisi Fisik JPO yang Rusak

Sebelumnya, warga mengeluhkan kondisi JPO di Terminal Kampung Rambutan yang rusak berat dan tidak terawat. Hampir seluruh anak tangga hingga lantai JPO dipenuhi karat, bahkan pada beberapa titik kondisi lantai tampak sangat ringkih. Pejalan kaki merasa waswas saat melintas di lokasi tersebut.

Lampu penerangan yang terpasang pada JPO pun tampak rusak atau tidak berfungsi dengan baik, sehingga tidak membantu penerangan bagi pejalan kaki saat malam hari.

Tanggapan dari Pihak Terkait

JPO yang berada di area antar kota dalam provinsi (AKDP) Terminal Kampung Rambutan menghubungkan antara halte Transjakarta dengan area park and ride di terminal. Dikonfirmasi terkait kondisi JPO, pihak Terminal Kampung Rambutan menyatakan bahwa JPO di area AKDP yang rusak merupakan aset Dinas Bina Marga DKI Jakarta.

Kepala Terminal Kampung Rambutan, Revi Zulkarnain, mengatakan bahwa informasi sementara menyebutkan bahwa JPO pada area AKDP akan dibongkar oleh Badan Pengelola Aset Daerah (BPAD). “Info terakhir itu (JPO aset) milik Bina Marga, dan juga ada info mau di bongkar oleh BPAD,” kata Revi.

Awak media juga sudah berupaya mengonfirmasi Kepala Sudin Bina Marga Jakarta Timur, Benhard Hutajulu, tapi hingga berita ditulis, Benhard belum memberikan respons.

Related posts