Estonia Siap Bantu AS Jaga Keamanan Selat Hormuz

Estonia Siap Bantu AS Jaga Keamanan Selat Hormuz

Estonia Siap Berdialog, Tapi Tidak Terima Permintaan Resmi dari AS

Menteri Pertahanan Estonia, Hanno Pevkur, menyatakan bahwa negaranya siap berdiskusi mengenai cara membantu Amerika Serikat (AS) dalam mengamankan Selat Hormuz. Namun, ia mengungkapkan bahwa hingga saat ini, pihaknya belum menerima permintaan resmi dari AS.

“Ketika presiden mengatakan sesuatu, kami siap membuka dialog, setidaknya untuk memahami apa yang bisa kami lakukan bersama dalam menghadapi situasi ini,” ujarnya, dikutip dari TVP World, Jumat (20/3/2026).

Sebelumnya, Lithuania telah menyatakan kesiapan untuk mendukung operasi militer AS di Iran. Vilnius bersedia membuka pangkalan militer mereka untuk kepentingan operasi AS di wilayah Timur Tengah.

Estonia Tawarkan Bantuan Operasi Menjinakkan Ranjau Laut

Pevkur menegaskan bahwa Estonia dapat berkontribusi dalam operasi menjinakkan ranjau laut di Selat Hormuz. Hal ini didasari dugaan bahwa Iran telah memasang ranjau laut di area tersebut.

“Namun, ketika kita berbicara tentang penjinakan ranjau, maka harus ada gencatan senjata. Ini tidak penting untuk beradu argumen soal situasi ini. Kenyataannya sudah terjadi dan berlangsung, jadi kami harus mencari solusi,” katanya.

Sebelumnya, AS telah meminta NATO untuk ikut serta dalam upaya mengamankan Selat Hormuz dari blokade Iran. Pemblokiran Selat Hormuz telah menyebabkan lonjakan harga minyak dunia.

AS Tidak Menunjukkan Permintaan Dukungan Secara Jelas

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Estonia, Margus Tsahkna, mengatakan bahwa AS belum menunjukkan permintaan dukungan secara resmi. Ia menyatakan bahwa tidak ada keterangan yang jelas dari permintaan tersebut.

“Presiden AS mengatakan sudah meminta dukungan dari sekutu NATO, tapi tidak memberikan keterangan yang jelas. Posisi Estonia adalah jika AS mengumumkan masalah ini, misalnya, di dalam NATO atau secara bilateral memintanya,” ujarnya.

Jerman: Krisis Tidak Bisa Diselesaikan dengan Jalur Militer

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Jerman, Johann Wadephul, menekankan bahwa konflik di Timur Tengah tidak dapat diselesaikan hanya melalui jalur militer. Ia khawatir perang akan berlangsung dalam waktu yang lama.

Dilansir dari LRT, keengganan negara-negara Eropa untuk membantu AS disebabkan oleh rasa khawatir akan menjadi misi panjang di Timur Tengah. Meskipun demikian, sejumlah negara NATO di Eropa Timur terbuka untuk membantu AS dalam pengamanan Selat Hormuz.

Peristiwa Lain yang Berkaitan dengan Estonia

Estonia juga melarang 1.073 tentara Rusia yang berperang di Ukraina untuk masuk ke wilayah negaranya. Negara ini berencana menutup perbatasan karena alasan keamanan. Beberapa fakta unik tentang Pärnu, sebuah kota di pantai Baltik yang menjadi kebanggaan Estonia, juga menarik untuk diketahui.








Related posts