Transjakarta Perkuat Sistem Pemantauan Pramudi Proaktif

Transjakarta Perkuat Sistem Pemantauan Pramudi Proaktif

Peningkatan Keselamatan Layanan Transjakarta dengan Teknologi Canggih

PT Transportasi Jakarta atau Transjakarta terus memperkuat upaya peningkatan keselamatan layanan melalui pemanfaatan teknologi pemantauan pramudi berbasis kecerdasan buatan. Langkah ini menjadi bagian dari transformasi digital operasional perusahaan yang dilakukan melalui platform SYNTRA. Platform tersebut terintegrasi dengan sistem Advanced Driver Assistance System Driver Monitoring System (ADAS-DMS).

Teknologi ADAS-DMS digunakan untuk membantu mendeteksi potensi risiko selama operasional bus, seperti kelelahan, distraksi, hingga indikasi microsleep pada pramudi secara real-time. Sistem ini mampu memberikan peringatan langsung kepada pramudi jika ada gangguan konsentrasi atau kelelahan. Selain itu, notifikasi juga dikirim ke pusat kontrol operasional agar dapat segera diambil tindakan mitigasi.

Saat ini, sekitar 2.000 armada Transjakarta telah dilengkapi dengan teknologi ADAS-DMS. Dari total lebih dari 5.000 armada yang dioperasikan, sekitar 3.000 armada lainnya akan dilengkapi secara bertahap. Perusahaan menargetkan percepatan implementasi teknologi tersebut agar dapat diterapkan lebih luas di seluruh armada yang beroperasi di jaringan layanan Transjakarta.

Selain penguatan sistem pemantauan saat kendaraan beroperasi, Transjakarta juga tengah melakukan uji coba teknologi pendeteksi pola tidur dan tingkat stres pramudi. Inisiatif ini bertujuan memperkuat aspek pencegahan sehingga potensi kelelahan dapat dikenali lebih dini, bahkan sebelum pramudi mulai menjalankan tugasnya.

Direktur Pelayanan dan Teknologi Informasi Transjakarta, Raditya Rusdi, menegaskan bahwa keselamatan pelanggan menjadi prioritas utama dalam setiap pengembangan sistem operasional perusahaan. Menurutnya, pemanfaatan teknologi menjadi langkah penting untuk memperkuat sistem pengawasan yang selama ini dilakukan secara manual.

“Keselamatan pelanggan adalah harga mati bagi Transjakarta. Karena itu, kami tidak ingin mitigasi hanya mengandalkan pengawasan manual. Kami memperkuatnya dengan teknologi melalui SYNTRA yang sudah terintegrasi dengan ADAS-DMS untuk membantu mendeteksi kelelahan dan potensi microsleep pada pramudi secara real-time,” ujar Raditya dalam keterangan resmi, Jumat (13/3/2026).

Ia menambahkan, percepatan implementasi teknologi keselamatan tersebut akan terus dilakukan sepanjang tahun ini, bersamaan dengan uji coba teknologi pendeteksi pola tidur dan tingkat stres pramudi.

Melalui penguatan sistem pemantauan yang bersifat real-time dan preventif, Transjakarta berharap dapat terus meningkatkan standar keselamatan transportasi publik serta menghadirkan layanan yang lebih aman, andal, dan responsif bagi seluruh pelanggan.

Manfaat Teknologi dalam Peningkatan Keselamatan

  • Deteksi Dini Potensi Risiko: Teknologi ADAS-DMS mampu mendeteksi kelelahan, distraksi, dan microsleep pada pramudi secara real-time. Hal ini membantu mencegah kecelakaan yang bisa terjadi akibat kurangnya konsentrasi.
  • Pemantauan Secara Otomatis: Sistem pemantauan berbasis teknologi memungkinkan pengawasan yang lebih efektif dibandingkan metode manual. Ini mengurangi risiko kesalahan manusia dan meningkatkan keandalan sistem.
  • Notifikasi Cepat: Saat ada gangguan konsentrasi atau kelelahan, sistem akan memberikan peringatan langsung kepada pramudi serta mengirim notifikasi ke pusat kontrol operasional. Tindakan mitigasi bisa diambil lebih cepat.
  • Peningkatan Kualitas Layanan: Dengan penerapan teknologi, Transjakarta berupaya meningkatkan standar keselamatan transportasi publik. Layanan yang lebih aman dan andal akan memberikan pengalaman yang lebih baik bagi para pengguna.

Pengembangan Teknologi di Masa Depan

Transjakarta tidak berhenti pada penerapan ADAS-DMS saja. Perusahaan juga sedang menguji coba teknologi pendeteksi pola tidur dan tingkat stres pramudi. Teknologi ini diharapkan bisa menjadi alat bantu dalam mengidentifikasi kondisi pramudi sebelum mereka mulai bekerja. Hal ini akan memastikan bahwa pramudi dalam kondisi optimal saat mengemudikan bus.

Dalam rangka percepatan implementasi teknologi keselamatan, Transjakarta berkomitmen untuk terus mengembangkan sistem pemantauan yang lebih canggih. Dengan demikian, perusahaan bisa menjaga keselamatan pelanggan sekaligus meningkatkan kualitas layanan transportasi publik di Jakarta.


Related posts