Perawat Asal Jember Bantu Persalinan Darurat di Pesawat
Febrian Rahmatullah, seorang perawat asal Kabupaten Jember, Jawa Timur, melakukan aksi heroik saat menjadi penumpang pesawat Saudia Airlines rute Jeddah-Jakarta pada Kamis (12/3/2026) dini hari. Dalam perjalanan pulang ke Indonesia setelah bertugas di Rumah Sakit Kementerian Pertahanan Ta’if di Arab Saudi, Febrian memberikan bantuan medis darurat kepada seorang penumpang yang sedang melahirkan.
Kejadian Awal dan Tanggung Jawab
Saat pesawat lepas landas, kru pesawat mengumumkan bahwa ada penumpang yang membutuhkan bantuan medis. Tanpa ragu, Febrian segera melapor kepada pramugari dan menawarkan bantuan. Ternyata, salah satu penumpang adalah seorang wanita yang sedang dalam proses persalinan. Febrian langsung mempersiapkan alat yang dibutuhkan dan membantu proses persalinan dengan dukungan dua dokter dan satu perawat lainnya.
Kondisi Kabin yang Menegangkan
Suasana kabin menjadi tegang karena persalinan terjadi saat pesawat berada di ketinggian ribuan kaki. Meski peralatan terbatas, Febrian tetap berusaha memberikan bantuan maksimal. Ia meminta kru pesawat untuk menyediakan hands gun dan memastikan semua perlengkapan tersedia. Dengan tenang dan fokus, ia berhasil membantu kelahiran bayi laki-laki yang lahir dengan selamat.
Proses Pemotongan Tali Pusar
Setelah bayi lahir, Febrian bersama tim medis lainnya memotong tali pusar menggunakan alat seadanya. Meskipun situasi sangat mendesak, mereka tetap berusaha menjaga kebersihan dan keselamatan ibu serta bayi. Febrian juga berupaya menenangkan ibu yang baru melahirkan, karena kondisinya masih syok dan tidak bisa berbicara banyak.
Identitas Ibu dan Kondisi Terkini
Diketahui bahwa ibu tersebut berasal dari Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan sedang melakukan perjalanan sendiri menuju Indonesia. Setelah proses persalinan selesai, pihak kru pesawat memutuskan untuk melakukan emergency landing kembali ke Jeddah agar ibu dan bayi dapat segera dievakuasi ke rumah sakit terdekat.
Emergency Landing dan Evakuasi
Setelah pendaratan darurat, Febrian dibantu oleh tim medis bandara untuk memberikan tindakan lanjutan. Ibu dan bayi kemudian segera diangkut ke rumah sakit terdekat. Pesawat akhirnya melanjutkan perjalanan ke Jakarta sekitar pukul 08.00 waktu Arab Saudi, dan mendarat dengan selamat.
Pengalaman Pertama yang Menegangkan
Meskipun sudah biasa menghadapi situasi medis di rumah sakit, Febrian mengakui bahwa pengalamannya membantu persalinan di pesawat adalah pertama kalinya. Ia merasa kaget dan cemas, tetapi tetap berusaha profesional dengan memaksimalkan alat yang tersedia.
Tiket Hangus tapi Pengalaman Berharga
Akibat pendaratan darurat, jadwal penerbangan ke Jakarta tertunda. Tiket lanjutan Febrian ke Surabaya hangus, sehingga ia harus membeli tiket baru. Namun, meskipun kehilangan tiket, Febrian merasa bahwa pengalamannya ini sangat berharga dan tak terlupakan.






