Persiapan Pengamanan Arus Mudik dan Perayaan Idul Fitri 2026
Polda Metro Jaya telah menyiapkan sejumlah besar personel gabungan untuk mengamankan arus mudik dan perayaan Idul Fitri 2026. Total personel yang dikerahkan mencapai 6.812 orang, yang terdiri dari berbagai instansi dan lembaga. Personel tersebut terbagi menjadi 5.092 anggota Polri, 416 personel TNI, 1.088 personel dari pemerintah daerah dan instansi terkait, serta 216 personel dari masyarakat.
Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri melakukan peninjauan kesiapan arus mudik Lebaran 2026 di Terminal Pulogebang, Jakarta Timur, pada hari Sabtu (14/3/2026). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan bahwa pengamanan selama pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 berjalan dengan baik.
Asep Edi Suheri menjelaskan bahwa pengamanan dari jajaran Polda Metro Jaya mencakup 1.647 lokasi pengamanan di seluruh wilayah. Lokasi-lokasi tersebut terdiri dari 95 pos yang terbagi menjadi 68 pos pengamanan, 22 pos pelayanan, dan 5 pos terpadu. Selain itu, terdapat 9 pos pantau arus mudik di sepanjang Tol Jakarta–Cikampek.
Fokus Pengamanan di Berbagai Titik Penting
Pengamanan juga difokuskan pada beberapa titik penting seperti 83 sentra ekonomi, 11 simpul transportasi, 471 kantor perbankan, 164 kantor Pegadaian, serta 621 objek vital seperti SPBU, fasilitas PLN, dan depo Pertamina. Selain itu, polisi juga menyiapkan pengamanan di 13 lokasi malam takbiran, 133 lokasi salat Id dan pembagian zakat, serta 37 lokasi ziarah.
Sebanyak 68 objek wisata, termasuk Ancol, Ragunan, dan Taman Mini Indonesia Indah, turut menjadi fokus pengamanan. Hal ini bertujuan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan bagi para pengunjung yang berkunjung ke tempat-tempat tersebut selama masa liburan.
Pendukung Layanan Kesehatan dan Bantuan Darurat
Untuk mendukung pelayanan kesehatan selama arus mudik, disiagakan 57 ambulans dan 84 rumah sakit rujukan. Selain itu, Polda Metro Jaya juga menyiagakan 523 personel penanganan banjir serta 148 unit mobil pemadam kebakaran.
Asep Edi Suheri mengimbau masyarakat yang akan mudik agar tetap berhati-hati selama perjalanan dan memanfaatkan rest area jika merasa lelah. Masyarakat juga dapat menghubungi call center 110 apabila membutuhkan bantuan kepolisian.
Penghapusan Sistem Ganjil-Genap
Sistem ganjil-genap di Jakarta ditiadakan selama arus mudik, mulai 18 hingga 25 Maret 2026. Keputusan ini diambil sebagai bagian dari upaya untuk memperlancar arus lalu lintas selama masa mudik dan perayaan Idul Fitri.






