Jarang Terjadi, Jakarta Jadi Sepi Tanpa 3,5 Juta Kendaraan

Jarang Terjadi, Jakarta Jadi Sepi Tanpa 3,5 Juta Kendaraan



Pada waktu dekat, Jakarta akan mengalami momen langka berupa kekosongan lalu lintas. Hal ini diprediksi terjadi karena sebanyak 3,5 juta kendaraan diperkirakan akan meninggalkan kota tersebut. Perkiraan ini berasal dari prediksi PT Jasa Marga (Persero) Tbk yang menyatakan bahwa kendaraan-kendaraan tersebut akan keluar Jakarta melalui empat gerbang tol utama.

Perjalanan ini dilakukan oleh para pemilik kendaraan dalam rangka mudik Lebaran 2026. Untuk memastikan kelancaran dan keamanan perjalanan masyarakat, Jasa Marga bersama stakeholder terkait telah melakukan berbagai persiapan pelayanan operasional jalan tol.



Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menjelaskan bahwa pihaknya menyiagakan sekitar 8.000 personel serta 516 unit kendaraan operasional untuk Operasi Angkutan Lebaran atau yang dikenal dengan Operasi Ketupat.

“Sejauh ini, infrastruktur empat ruas tol fungsional telah siap 100 persen untuk dioperasikan,” ujar Rivan dalam keterangan resminya saat Apel Terpadu Jasa Marga Siaga Operasional Lebaran Idulfitri 1447 H/2026, pada 10 Maret 2026.

Rivan juga menjelaskan bahwa Jasa Marga mengoptimalkan penggunaan teknologi untuk mendukung pengelolaan lalu lintas di empat gerbang tol yang menjadi akses keluar Jakarta. Salah satu teknologi yang digunakan adalah Jasa Marga Integrated Digital (JID), yang memiliki tingkat akurasi hingga 97 persen. Teknologi ini membantu pengambilan keputusan secara tepat dan responsif dalam memastikan kelancaran arus lalu lintas.

Selain itu, Jasa Marga juga meluncurkan layanan call center 133 sebagai pusat layanan informasi dan pengaduan bagi pengguna jalan tol. Layanan ini dapat diakses selama 24 jam non-stop. Nomor ini menggantikan layanan sebelumnya, yaitu 14080.

Adanya layanan call center 133 diharapkan memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memperoleh informasi lalu lintas maupun bantuan selama perjalanan.

“Melalui Call Center 133, Jasa Marga berharap komunikasi dengan pengguna jalan menjadi lebih cepat, mudah, dan responsif,” ujarnya.

Berikut beberapa langkah yang telah diambil oleh Jasa Marga dalam menyambut lonjakan volume kendaraan:

  • Kesiapan Personel: Sebanyak 8.000 personel telah disiagakan untuk memastikan kelancaran operasional selama masa mudik.
  • Kesiapan Kendaraan Operasional: 516 unit kendaraan operasional siap bertugas untuk membantu pengelolaan lalu lintas.
  • Pemanfaatan Teknologi: Penggunaan teknologi seperti JID yang memiliki akurasi tinggi untuk mendukung pengambilan keputusan dalam pengelolaan lalu lintas.
  • Layanan Call Center: Layanan call center 133 yang dapat diakses 24 jam untuk memberikan informasi dan bantuan kepada pengguna jalan tol.

Dengan persiapan yang matang, Jasa Marga berharap perjalanan masyarakat selama masa mudik Lebaran 2026 berlangsung aman, nyaman, dan lancar.

Related posts