Peningkatan Kecelakaan Lalu Lintas pada Hari Kedua Operasi Ketupat 2026, Tapi Korban Meninggal Turun Signifikan
Pada hari kedua pelaksanaan Operasi Ketupat 2026, jumlah kecelakaan lalu lintas mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Namun, angka korban meninggal dunia justru menunjukkan penurunan yang signifikan. Hal ini diungkapkan oleh Direktur Penegakan Hukum (Dirgakkum) Korlantas Polri, Brigjen Pol Faizal, dalam pernyataannya di Command Center Korlantas Polri di Cikampek, Jawa Barat, Sabtu (14/3/2026).
Berdasarkan data sementara dari Korlantas Polri, terjadi kenaikan sebesar 4,8 persen dalam jumlah kecelakaan lalu lintas dibandingkan dengan hari kedua Operasi Ketupat 2025. Meski begitu, tingkat fatalitas atau jumlah korban meninggal dunia turun hingga 45 persen.
“Jika dibandingkan dengan tahun lalu, untuk kejadian laka lantas ada peningkatan 4,8 persen dibandingkan 2025. Sementara itu, korban meninggal dunia atau fatalitasnya turun 45 persen,” ujar Faizal.
Menurutnya, penurunan angka korban meninggal ini mencerminkan efektivitas langkah pengamanan yang dilakukan di lapangan. Kehadiran personel kepolisian di titik-titik rawan serta meningkatnya kesadaran para pemudik dalam menjaga keselamatan berkendara berkontribusi positif terhadap kondisi tersebut.
Selain itu, Korlantas juga mencatat perubahan pada kategori korban kecelakaan selama dua hari pelaksanaan Operasi Ketupat 2026. Jumlah korban luka berat mengalami peningkatan sebesar 28,3 persen, sedangkan jumlah korban luka ringan sedikit menurun sebesar 0,3 persen.
Data kecelakaan tersebut dikumpulkan dari seluruh jaringan jalan, baik jalan tol maupun jalan nontol di berbagai daerah. Korlantas akan melakukan verifikasi lebih lanjut dengan data milik Jasa Raharja agar informasi yang disampaikan benar-benar akurat.
Wilayah Jawa Timur Jadi Daerah dengan Kecelakaan Terbanyak
Faizal mengungkapkan bahwa wilayah Jawa Timur menjadi penyumbang terbesar jumlah kecelakaan lalu lintas pada awal pelaksanaan Operasi Ketupat tahun ini.
“Untuk saat ini, Jawa Timur merupakan penyumbang jumlah kecelakaan lalu lintas. Kami sudah melakukan intervensi agar rekan-rekan di sana segera melakukan mitigasi,” ujarnya.
Sebagian besar kecelakaan terjadi di jalur arteri yang berada di sekitar pusat aktivitas masyarakat, termasuk kawasan perdagangan. Jalur tol hingga saat ini dinilai relatif terkendali.
Prediksi Lonjakan Arus Mudik dan Rekomendasi untuk Pemudik
Korlantas Polri memperkirakan lonjakan arus mudik akan terjadi pada pertengahan pekan depan seiring meningkatnya pergerakan kendaraan dari Jakarta menuju berbagai daerah tujuan.
Aparat di lapangan diminta untuk memperkuat patroli dan pengawasan di jalur-jalur rawan kecelakaan. Selain itu, Polri mengingatkan para pemudik untuk memanfaatkan rest area atau tempat istirahat agar tidak memaksakan diri saat berkendara. Langkah ini diharapkan dapat menekan risiko kecelakaan selama puncak arus mudik berlangsung.
Perlu Kewaspadaan dan Kesadaran Bersama
Meskipun terdapat peningkatan jumlah kecelakaan, penurunan signifikan pada korban meninggal menunjukkan adanya upaya yang efektif dalam menjaga keselamatan berkendara. Namun, diperlukan kewaspadaan ekstra dari semua pihak, termasuk pemudik, petugas kepolisian, dan instansi terkait, agar situasi tetap terkendali dan kecelakaan bisa diminimalkan.
Dengan kolaborasi dan kesadaran bersama, harapan besar tercipta sistem transportasi yang aman dan nyaman selama masa mudik.






