Anies Kunjungi Aktivis KontraS di RSCM, Kirim Pesan Melalui Surat

Anies Kunjungi Aktivis KontraS di RSCM, Kirim Pesan Melalui Surat

Anies Baswedan Kunjungi Andrie Yunus yang Dirawat Akibat Penyiraman Air Keras

Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan, melakukan kunjungan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) di Salemba, Jakarta Pusat, pada Sabtu (14/3/2026). Tujuan dari kunjungan ini adalah untuk menjenguk aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan, Andrie Yunus, yang kini sedang dirawat di rumah sakit tersebut.

Andrie Yunus menjadi korban penyiraman air keras pada Kamis (12/3/2026) malam. Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Salemba I, Senen, Jakarta Pusat sekitar pukul 23.30 WIB. Saat ini, korban sedang mendapatkan perawatan medis di ruang HCU (High Care Unit) RSCM.

Anies Baswedan datang bersama mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan. Keduanya menemui keluarga Andrie Yunus di Gedung Kanigara RSCM dan berbincang dengan orang tua serta adik korban. Namun, karena tidak bisa bertemu langsung dengan Andrie Yunus yang sedang dalam kondisi kritis, Anies menulis pesan pada secarik kertas yang kemudian dibacakan oleh keluarga kepada korban.

“Pesan saja untuk dibacakan kepada Andrie karena tidak bisa berbicara secara langsung,” ujar Anies Baswedan. Dalam suratnya, Anies menyampaikan dukungan moral serta harapan agar Andrie segera pulih dan kembali berjuang. Isi surat tersebut antara lain:

“Bung Andrie,

Bung memang sedang terbaring badannya di ruang HCU, tapi gelora semangat Bung bisa terasa sampai ke penjuru negeri.

Selama Republik ini punya pejuang-pejuang seperti Andrie Yunus, pribadi yang lebih mencintai negeri ini di atas keselamatan dirinya sendiri, maka kita bisa optimis bahwa demokrasi kita akan terus berdiri tegak!

Cepat sembuh & kembali berjuang!”

Surat tersebut ditandatangani oleh Anies Baswedan dan dilengkapi dengan tanggal, yakni Sabtu, 14 Maret 2026.

Penyelidikan Terhadap Kasus Penyiraman Air Keras

Polisi masih melakukan penyelidikan terhadap dugaan penganiayaan berat yang menimpa Andrie Yunus. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menyatakan bahwa korban saat ini sedang mendapatkan perawatan medis, sementara polisi sedang mendalami keterangan saksi dan rekaman CCTV.

Berdasarkan informasi awal, pelaku diduga dua orang yang berboncengan sepeda motor. Mereka sempat memutar balik sebelum menyiram korban. “Informasi awal ada dua orang ya yang patut diduga, tapi ini masih kami dalami. Kami sekarang mengedepankan pemulihan dulu kepada korban,” kata Budi, Jumat (13/3/2026).

Selain itu, polisi juga sedang mengumpulkan titik-titik CCTV sebagai alat bukti untuk mengungkap pelaku. Proses penyelidikan dilakukan berbasis ilmiah, termasuk pendalaman terhadap saksi, untuk memastikan penegakan hukum berjalan tepat.

Perhatian dari Kapolri

Kasus penyiraman air keras ini mendapat perhatian Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Menurut Kadiv Humas Polri, Irjen Johnny Edizzon Isir, penanganan kasus ini dilakukan oleh Satreskrim Polres Jakarta Pusat dengan dukungan Polda Metro Jaya dan Bareskrim Polri, sesuai instruksi Kapolri.

Penyelidikan ini menunjukkan komitmen pihak berwajib dalam menangani kasus yang melibatkan aktivis yang aktif dalam perlindungan hak asasi manusia.

Dengan adanya kunjungan Anies Baswedan dan upaya penyelidikan yang dilakukan oleh aparat kepolisian, kasus ini menunjukkan pentingnya perlindungan terhadap para aktivis yang berjuang untuk keadilan dan demokrasi.

Related posts