Penyiraman Air Keras yang Menimpa Andrie Yunus
Andrie Yunus, Wakil Koordinator Komasi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan, diduga menjadi korban penyiraman air keras. Peristiwa ini terjadi di Jalan Salemba I-Talang, Senen, Jakarta Pusat, pada pukul 23.37 WIB. Dugaan pengintaian terhadap Andrie Yunus sebelum kejadian juga tercatat dalam beberapa hari sebelum peristiwa tersebut.
Indikasi Pengintaian Terhadap Andrie Yunus
Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Muhammad Isnur, menyampaikan bahwa aktivitas Andrie Yunus selama beberapa hari terakhir telah dipantau oleh pihak tertentu. “Kami punya bukti-buktinya, kami menelusuri beberapa hari ini Andri Yunus diintai dari rumahnya, dari messnya, ke tempat-tempat berkunjungnya,” ujar Isnur di Kantor YLBHI, Menteng, Jakarta Pusat.
Pengintaian ini juga terjadi saat Andrie Yunus beraktivitas di sejumlah lokasi pada hari sebelum kejadian. “Kemarin seharian dari (Kantor) Celios, dari YLBHI sudah diikuti, orang-orangnya jelas, semua terekam CCTV,” tambah Isnur.
Pembentukan Tim Investigasi Independen
Berdasarkan dugaan pengintaian tersebut, koalisi masyarakat sipil membentuk tim investigasi secara mandiri. Investigasi ini dimulai sejak Kamis malam, tidak lama setelah peristiwa penyiraman air keras terjadi. Tujuan dari pembentukan tim ini adalah sebagai langkah antisipasi jika proses penanganan kasus oleh aparat berjalan lambat.
Isnur menjelaskan bahwa masyarakat sipil berkaca pada penanganan kasus demonstrasi yang terjadi pada Agustus 2025. “Kami tidak percaya sepenuhnya, peristiwa Agustus lalu, bagaimana pengungkapannya diungkap secara terbuka oleh Komite Pencari Fakta yang independen, maka masyarakat sipil punya inisiatif untuk melakukan investigasi,” jelasnya.
Kronologi Kejadian
Koordinator Badan Pekerja KontraS, Dimas Bagus Arya, mengatakan bahwa peristiwa penyiraman air keras terjadi saat Andrie Yunus sedang mengendarai motor di Jalan Salemba I-Talang, Senen, Jakarta Pusat. Dua pelaku yang mengendarai motor diduga Honda Beat keluaran tahun 2016 hingga 2021 menghampiri korban dari arah berlawanan di Jalan Talang (Jembatan Talang).
Pelaku pertama, yang bertindak sebagai pengendara, mengenakan kaus kombinasi putih-biru, celana gelap yang diduga berbahan jeans, serta helm hitam. Sementara pelaku kedua yang duduk di belakang memakai penutup wajah atau masker menyerupai buff hitam yang menutupi setengah wajah, kaos biru tua, serta celana panjang biru yang dilipat hingga pendek.
Salah satu pelaku kemudian menyiramkan air keras ke arah korban hingga mengenai sebagian tubuh korban. Andrie Yunus mengalami luka bakar pada tangan kanan dan kiri, wajah, dada, serta mata.






