Peristiwa Penyiraman Air Keras Terhadap Aktivis KontraS
Pada Kamis malam, 12 Maret 2026, seorang aktivis dari Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, menjadi korban penyiraman air keras di Jalan Salemba I, Jakarta Pusat. Kejadian tersebut menimbulkan luka bakar pada wajah, dada, tangan, dan mata Andrie.
Kronologi Kejadian
Buyung, seorang saksi mata, menceritakan bahwa kejadian terjadi menjelang tengah malam. Saat itu ia sedang bermain gitar bersama temannya di Jembatan Talang. Tiba-tiba terdengar teriakan minta tolong dengan suara yang cukup keras. Buyung langsung meletakkan gitar dan bergegas ke arah sumber suara.
Ia melihat motor yang sudah tergeletak dan mendapati korban dalam kondisi kesakitan. Pakaian korban juga telah sobek akibat terkena cairan berbahaya. Buyung menyebut bahwa korban mengatakan disiram air keras oleh orang tak dikenal.
Warga sekitar kemudian berkumpul di sekitar korban yang meringis kesakitan. Bagian dada, tangan, dan mata Andrie terlihat melepuh kemerahan. Warga sempat memberikan air minum kepada Andrie sebelum ia memacu motornya menuju mess KontraS yang tidak jauh dari lokasi kejadian. Namun, Andrie menolak tawaran warga untuk diantar.
Upaya Mengejar Pelaku
Beberapa warga yang berada di lokasi langsung berinisiatif mengejar pelaku menggunakan sepeda motor. Namun, upaya tersebut gagal karena pelaku berhasil melarikan diri dan jejaknya hilang di jalanan.
Menurut informasi dari Koordinator Badan Pekerja KontraS, Dimas Bagus Arya, insiden terjadi sekitar pukul 23.37 WIB. Saat itu, Andrie sedang mengendarai motor di Jalan Salemba I-Talang, Senen, Jakarta Pusat. Dua pelaku yang diduga mengendarai Honda Beat keluaran 2016 hingga 2021 menghampiri dari arah berlawanan di Jalan Talang (Jembatan Talang).
Pelaku pertama yang mengemudi mengenakan kaus putih-biru, celana gelap berbahan jeans, dan helm hitam. Sementara pelaku kedua yang duduk di belakang memakai penutup wajah atau masker menyerupai buff hitam yang menutupi setengah wajah, kaos biru tua, serta celana panjang biru yang dilipat hingga pendek.
Salah satu pelaku kemudian menyiramkan air keras ke arah Andrie hingga mengenai wajah, dada, tangan, dan mata korban.
Tindakan Lanjutan
Setelah kejadian, Andrie langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Pihak KontraS menyatakan akan terus melakukan investigasi dan melaporkan kasus ini kepada pihak berwajib. Mereka juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak ragu melaporkan kejadian yang mencurigakan.
Korban dan keluarga mengharapkan adanya keadilan dan perlindungan dari pihak berwenang. Mereka juga meminta agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan.






