3 Berita Populer Sumbar: BBM untuk Pemudik, Uji Coba One Way, Harga Daging dan Cabai Naik

3 Berita Populer Sumbar: BBM untuk Pemudik, Uji Coba One Way, Harga Daging dan Cabai Naik

Kesiapan Layanan Energi untuk Pemudik di Sumatera Barat

Pertamina Patra Niaga menyiagakan layanan motoris pengantar bahan bakar minyak (BBM) di tiga titik strategis di Sumatera Barat, yaitu SPBU Padang Panjang, SPBU Air Putih di Kabupaten Limapuluh Kota, dan SPBU Lubuk Selasih di Kabupaten Solok. Layanan ini disiapkan sebagai tambahan layanan energi selama masa arus mudik dan arus balik Lebaran 2026.

Layanan motoris ini merupakan layanan darurat pengantaran BBM menggunakan sepeda motor bagi pemudik yang kehabisan bahan bakar saat terjebak kemacetan atau berada jauh dari stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Sales Area Manager Retail Sumatera Barat Pertamina Patra Niaga, Fakhri Rizal Hasibuan, menjelaskan bahwa layanan tersebut disiapkan sebagai langkah antisipasi di titik-titik yang rawan kemacetan selama arus mudik.

“Ketiga titik ini kami proyeksikan untuk mengantisipasi jika terjadi kemacetan di jalur-jalur krusial seperti Sitinjau Lauik, Lembah Anai, dan Kelok Sembilan,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa lokasi tersebut dipilih karena berada di jalur yang sering mengalami kemacetan selama arus mudik dan balik.

Pemudik yang membutuhkan layanan ini dapat mengaksesnya melalui Call Center Pertamina di nomor 135. Setelah menerima laporan, pihak call center akan menghubungi SPBU terdekat untuk memverifikasi pesanan dan memastikan titik lokasi konsumen sebelum motoris dikirim. Setiap motoris akan menggunakan satu unit sepeda motor dengan membawa dua jeriken berkapasitas masing-masing lima liter.

Fakhri menjelaskan bahwa layanan motoris ini tidak dikenakan biaya tambahan. Harga BBM yang dibayarkan tetap sama seperti harga di SPBU. Metode pembayaran juga cukup fleksibel, termasuk pembayaran menggunakan aplikasi MyPertamina, tunai, maupun kartu debit. Layanan ini beroperasi selama 24 jam sesuai operasional SPBU di lokasi tersebut.

Uji Coba One Way di Jalur Padang–Padang Panjang

Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Padang Panjang akan melakukan uji coba sistem satu arah atau one way di jalur Padang–Padang Panjang via Lembah Anai pada Senin (16/3/2026). Kasat Lantas Polres Padang Panjang, AKP Pifzen Finot, membenarkan rencana pemberlakuan one way tersebut sebagai bagian dari persiapan menghadapi arus mudik Lebaran.

Jalur Padang menuju Padang Panjang akan dibuka satu arah mulai pukul 10.00 WIB hingga 14.00 WIB. Kendaraan yang diizinkan melintas hanya roda dua dan roda empat. Sebaliknya, dari jalur Padang Panjang menuju Padang, uji coba one way akan diberlakukan mulai pukul 14.00 WIB hingga 18.00 WIB. Di luar waktu tersebut, arus lalu lintas kembali diberlakukan normal selama 24 jam.

Titik penyekatan selama uji coba berlangsung berada di Simpang Exit Tol Padang-Sicincin (Kayu Tanam) dari arah Padang serta Simpang Padang di kawasan Silaing Atas dari arah Padang Panjang. Tujuan uji coba ini adalah untuk melihat sejauh mana kesiapan petugas serta sarana dan prasarana jika nantinya sistem serupa diterapkan saat arus mudik Lebaran.

Kenaikan Harga Daging dan Cabai Merah di Solok Selatan

Memasuki pekan kedua Maret 2026, harga sejumlah kebutuhan pokok di Kabupaten Solok Selatan mulai menunjukkan pergerakan dinamis. Beberapa komoditas pangan utama tercatat mengalami kenaikan harga, sementara sebagian lainnya masih stabil.

Berdasarkan data terbaru dari Bagian Perekonomian dan SDA serta instansi terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Solok Selatan, lonjakan harga paling mencolok terjadi pada sektor protein hewani dan hortikultura. Komoditas daging sapi menjadi sorotan utama setelah mengalami kenaikan hingga Rp10.000 per kilogram. Harga daging sapi naik dari Rp140.000 menjadi Rp150.000 per kilogram.

Di sektor bumbu dapur, cabai merah mengalami lonjakan harga cukup tajam. Dalam waktu satu pekan, harga cabai merah naik dari Rp36.200 menjadi Rp41.700 per kilogram. Kenaikan ini sedikit berbeda dengan cabai rawit yang justru mengalami penurunan tipis. Jika sebelumnya dibanderol Rp35.000, kini cabai rawit turun menjadi Rp34.200 per kilogram.

Pemerintah daerah setempat mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan aksi borong atau panic buying. Pemantauan stok di tingkat distributor terus dilakukan untuk memastikan kenaikan harga tidak disertai dengan kelangkaan barang di pasar. Pemkab Solok Selatan juga berkomitmen untuk terus memperbarui informasi harga pangan sebagai panduan bagi masyarakat dalam mengatur kebutuhan belanja harian menjelang Lebaran.

Related posts