BI jaga stabilitas rupiah selama libur Lebaran 2026

BI jaga stabilitas rupiah selama libur Lebaran 2026

Upaya Bank Indonesia dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Bank Indonesia (BI) terus berkomitmen untuk memperkuat kebijakan yang diambil guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah menghadapi kondisi global yang semakin tidak menentu. Kondisi ini terutama dipengaruhi oleh ketegangan di kawasan Timur Tengah, yang berdampak pada fluktuasi pasar keuangan dunia.

Pada hari Kamis (19/3/2026), pukul 10.30 WIB, kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berada di level Rp 16.972 per dolar AS, mengalami penurunan sebesar 0,21% dibandingkan posisi sebelumnya yang ada di Rp 16.937 per dolar AS. Pergerakan ini menunjukkan tekanan terhadap nilai tukar rupiah akibat dinamika pasar global.

Salah satu langkah yang dilakukan BI adalah tetap bersiaga selama 24 jam, meskipun pasar keuangan domestik sedang tutup selama libur Lebaran 2026. Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, menjelaskan bahwa meskipun pasar di dalam negeri sedang tutup, pasar internasional tetap beroperasi. Oleh karena itu, BI melakukan pemantauan terus-menerus untuk memastikan stabilitas nilai tukar rupiah.

“Langkah yang kami lakukan pada saat liburan panjang ini adalah memang pasar domestik kan tutup, tapi pasar di luar itu tidak tutup. Nah ini yang kami terus berjaga-jaga 24 jam,” ujar Destry dalam konferensi pers, Selasa (17/3/2026).

Pemantauan 24 jam tersebut terutama fokus pada pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Hal ini dapat diamati melalui pasar Non Deliverable Forward (NDF). Dengan demikian, tim BI tetap bekerja meskipun di dalam negeri sedang libur Lebaran, untuk memantau dinamika pasar global secara real-time.

BI juga menjalin kerja sama dengan kantor perwakilannya di New York untuk memantau perkembangan pasar secara lebih detail. Jika diperlukan, Bank Indonesia siap masuk ke pasar NDF global untuk melakukan intervensi, jika diperlukan, guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Langkah-Langkah Strategis BI

Berikut beberapa langkah strategis yang diambil oleh Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah:

  • Pemantauan 24 jam: Tim BI tetap berjaga-jaga sepanjang waktu, bahkan saat pasar domestik sedang tutup.
  • Kerja sama internasional: BI bekerja sama dengan kantor perwakilannya di New York untuk memantau pasar global.
  • Intervensi pasar: BI siap melakukan intervensi di pasar NDF global jika diperlukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Peran Pasar NDF dalam Stabilitas Rupiah

Pasar Non Deliverable Forward (NDF) menjadi salah satu indikator penting dalam memantau pergerakan nilai tukar rupiah. NDF adalah instrumen derivatif yang digunakan untuk mengelola risiko mata uang asing. Melalui pasar ini, BI dapat memantau pergerakan rupiah terhadap dolar AS secara lebih efektif, terutama saat pasar domestik sedang tutup.

Dengan menggunakan NDF, BI dapat mengambil kebijakan yang tepat dan cepat untuk mencegah pelemahan nilai tukar rupiah yang berlebihan. Hal ini menjadi bagian dari upaya BI dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Kesimpulan

Bank Indonesia terus berupaya keras untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah menghadapi tantangan global. Dengan komitmen untuk tetap berjaga-jaga sepanjang waktu dan bekerja sama dengan lembaga internasional, BI menunjukkan tanggung jawabnya dalam menjaga kestabilan ekonomi Indonesia. Dengan langkah-langkah strategis seperti pemantauan 24 jam dan intervensi pasar, BI berkomitmen untuk memastikan rupiah tetap stabil di tengah ketidakpastian global.

Related posts