Ketua LSM Harimau Bantah Tuduhan Keroyok Kades Purwasaba: Kami Datang untuk Advokasi, Bukan Demo

Ketua LSM Harimau Bantah Tuduhan Keroyok Kades Purwasaba: Kami Datang untuk Advokasi, Bukan Demo

Penjelasan LSM Harimau Mengenai Kericuhan di Kantor Desa Purwasaba

Ketua LSM Harimau, Prakas, membantah tegas tuduhan bahwa dirinya dan anggotanya melakukan pengeroyokan terhadap Kepala Desa Purwasaba. Menurutnya, kehadiran pihaknya di balai desa bukan untuk berdemonstrasi, melainkan untuk mendampingi peserta yang tidak lolos dalam proses penjaringan perangkat desa.

Tujuan Kehadiran LSM Harimau

Prakas menjelaskan bahwa kehadiran LSM Harimau di Kantor Desa Purwasaba pada awalnya bertujuan untuk pendampingan advokasi. Hal ini dilakukan karena sejumlah peserta seleksi perangkat desa yang tidak lolos meminta bantuan kepada LSM Harimau.

“Kami datang untuk pendampingan advokasi dalam audiensi atas permintaan sejumlah peserta yang tidak lolos seleksi,” ujar Prakas saat dikonfirmasi.

Dugaan Kejanggalan dalam Proses Seleksi

Dalam audiensi tersebut, LSM Harimau yang mewakili sekitar sepuluh peserta seleksi mempertanyakan transparansi panitia, khususnya terkait penggunaan bank soal yang disimpan dalam sebuah flashdisk. Prakas menilai hal itu tidak wajar karena sebelumnya ada saran agar panitia menggunakan soal baru.

“Ketika kami tanyakan soal flashdisk itu, ketua panitia tidak bisa menjelaskan. Situasi mulai tegang saat Kepala Desa ikut terlibat emosi, padahal yang kami tanyakan adalah pihak panitia,” jelasnya.

Prakas menegaskan bahwa kericuhan pecah bukan karena provokasi pihaknya, melainkan dipicu oleh kehadiran orang-orang dari luar daerah yang ikut tersulut emosi di ruang audiensi.

Buktikan Tidak Ada Pengeroyokan

Ia juga menyatakan memiliki rekaman video utuh sebagai bukti untuk membantah tudingan pengeroyokan. Rekaman tersebut akan digunakan untuk memperkuat argumen bahwa LSM Harimau tidak terlibat dalam pengeroyokan.

Laporan ke Polres Banjarnegara

Buntut dari polemik ini, sepuluh peserta seleksi yang merasa dirugikan telah resmi melayangkan laporan ke Polres Banjarnegara. Mereka mendesak agar proses seleksi perangkat desa diulang jika nantinya ditemukan pelanggaran administratif oleh pihak Inspektorat.

“Jika memang ditemukan kesalahan atau pelanggaran secara administratif, kami minta penjaringannya diulang demi transparansi,” tegas Prakas.

Penjelasan Anggota LSM Harimau

Prakas juga menepis isu bahwa kericuhan terjadi karena anggotanya tidak lolos seleksi. Dari sepuluh peserta yang didampingi, hanya satu orang yang merupakan kader LSM Harimau. Bahkan, anggota tersebut menyatakan siap mundur jika pencalonannya memicu polemik, asalkan proses seleksi berjalan jujur.

Pengakuan Kepala Desa Purwasaba

Sebelumnya diberitakan, Kepala Desa Purwasaba, Welas Yuni Nugroho atau yang populer disapa Hoho Alkaf, mengaku menjadi korban pengeroyokan hingga mengalami kerusakan atribut kedinasan dan cidera fisik. Insiden ini dipicu oleh desakan massa yang menuntut pembatalan hasil penjaringan perangkat desa.

Hoho diserang saat hendak meninggalkan lokasi tak lama setelah audiensi yang berlangsung memanas.

Detik-Detik Pengeroyokan

Melalui unggahan di media sosial pribadinya, @hoho_alkaff, Hoho menceritakan momen mencekam saat dirinya dihujani pukulan dari berbagai arah sebelum sempat mendapatkan pengawalan ketat dari aparat keamanan.

“Waktu saya baru keluar dari pintu aula, sebelum dikawal, langsung pukulan menghujani dari belakang, samping, dan depan. Kacamata saya sampai remuk karena dipukul dari depan,” ungkap Hoho, Rabu (12/3/2026).

Akibat serangan tersebut, kacamata Hoho pecah, pakaian dinasnya robek, dan atribut papan namanya terlepas akibat ditarik-tarik massa. Ia menegaskan bahwa video yang beredar di media sosial hanya memperlihatkan saat dirinya sudah berada di belakang mobil pengamanan, sehingga momen pengeroyokan awal tidak terekam secara utuh.

Pemicu Demonstrasi

Hoho membeberkan bahwa pemicu demonstrasi adalah kekecewaan salah satu anggota LSM yang tidak lolos seleksi perangkat desa. Massa menuntut proses seleksi diulang, namun Hoho bergeming karena merasa seluruh tahapan sudah sesuai regulasi yang berlaku.

Related posts