Konsumsi Listrik Jakarta Turun Saat Lebaran, PLN Siaga Layanan

Konsumsi Listrik Jakarta Turun Saat Lebaran, PLN Siaga Layanan

Prediksi Penurunan Konsumsi Listrik Selama Lebaran

PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya memprediksi bahwa konsumsi listrik di wilayah Ibu Kota akan mengalami penurunan selama periode Lebaran Idulfitri. Hal ini terjadi karena banyak warga yang meninggalkan Jakarta untuk mudik ke kampung halaman.

General Manager PLN UID Jakarta Raya, Moch. Andy Adchaminoerdin, menjelaskan bahwa berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, beban puncak listrik di Jakarta justru menurun saat Lebaran. “Kalau pengalaman sebelumnya terkait Lebaran, beban puncak Jakarta Raya malah turun. Saat ini rata-rata sekitar 5.000 megawatt lebih, namun saat Lebaran puncaknya bisa turun hingga sekitar 2.000-an megawatt,” ujarnya kepada wartawan di kantornya.

Menurutnya, penurunan tersebut terjadi karena aktivitas masyarakat di Jakarta berkurang selama libur Lebaran. “Hal ini karena banyak masyarakat yang meninggalkan Jakarta menuju kampung halamannya,” tambahnya.

Meski konsumsi listrik diprediksi turun, PLN tetap meningkatkan kewaspadaan dengan menyiagakan berbagai unit operasional untuk menjaga keandalan pasokan listrik. “Kami siagakan penuh 17 unit yang tersebar di berbagai wilayah. Di kantor UID Jakarta Raya juga ada pos siaga,” kata Andy.

Dia memastikan pasokan listrik di wilayah Jakarta dalam kondisi aman dan mencukupi untuk kebutuhan masyarakat selama perayaan Idulfitri. “Pasokan listrik untuk PLN Jakarta Raya masih dalam kondisi surplus. Insyaallah kami tetap fokus mengawal masyarakat yang melakukan mudik Lebaran dan juga saat Idul Fitri,” ujarnya.

Selain menjaga pasokan listrik, PLN juga memberikan perhatian pada keandalan listrik di tempat ibadah selama perayaan Idul Fitri. Tercatat sekitar 590 masjid di Jakarta telah diidentifikasi untuk mendapatkan dukungan kelistrikan. “Ada sekitar 590 titik masjid yang kami identifikasi dan PLN support terkait keandalan kelistrikannya,” ujarnya.

Dia menambahkan, PLN juga telah melakukan pengecekan langsung ke Masjid Istiqlal guna memastikan suplai listrik tetap stabil saat pelaksanaan salat IdulFitri. “Khusus untuk Masjid Istiqlal, kami sudah cek langsung beberapa hari lalu untuk memastikan suplai listriknya, sehingga nanti pelaksanaan salat Idul Fitri yang kemungkinan dihadiri RI 1 dan para pejabat bisa berjalan dengan baik,” ujarnya.

PLN juga menyiapkan dukungan bagi masyarakat yang menggunakan kendaraan listrik selama musim mudik Lebaran. Andy menyebutkan, PLN UID Jakarta Raya telah menyediakan ratusan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di berbagai titik. “Saat ini titik-titik SPKLU sangat banyak. Milik UID Jakarta Raya sendiri sudah ada 673 lokasi dan tersebar di beberapa titik,” katanya.

Sebagian SPKLU tersebut berada di kawasan strategis yang menjadi pusat mobilitas masyarakat, seperti di kawasan transportasi. “Beberapa di pusat transportasi seperti Stasiun Gambir, Stasiun Senen, Pelabuhan Tanjung Priok, dan Halim juga kami periksa semuanya. Kami siagakan petugas di sana,” ujarnya.

Di sisi lain, Andy juga mengingatkan masyarakat yang akan mudik untuk memastikan instalasi listrik di rumah dalam kondisi aman sebelum meninggalkan tempat tinggal. “Saya titip kepada masyarakat yang melaksanakan mudik agar memeriksa kembali listrik di rumahnya. Pastikan instalasi listrik dalam kondisi aman. Kalau ada peralatan listrik yang tidak digunakan sebaiknya dimatikan atau dilepas,” katanya.

Dia juga meminta warga mengamankan kabel listrik yang berpotensi menimbulkan bahaya. “Kalau ada kabel-kabel yang berbahaya harus diamankan. Kabel rol atau kabel yang berada di lantai sebaiknya diangkat karena bulan Maret masih ada potensi hujan dan kemungkinan banjir masih ada,” ujarnya.

Selain itu, masyarakat yang meninggalkan rumah untuk mudik juga disarankan memberi informasi kepada tetangga atau pengurus lingkungan setempat sebagai langkah antisipasi. “Bilamana meninggalkan rumah, minimal memberikan informasi kepada tetangganya atau mungkin RT setempat. Jadi ini untuk jaga-jaga saja jika terjadi sesuatu seperti banjir atau hal lain bisa dibantu oleh masyarakat sekitar,” kata Andy.

Related posts