Layanan Pengaduan Jalan Rusak di DKI Jakarta
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Bina Marga kini menyediakan posko pengaduan untuk masyarakat dalam melaporkan kondisi jalan yang rusak atau berlubang. Tujuan dari layanan ini adalah agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat, sehingga keamanan pengguna jalan bisa terjaga.
Warga dapat melaporkan kerusakan jalan melalui beberapa cara. Berikut ini tiga jalur resmi yang tersedia:
Laporan via Aplikasi JAKI
Warga dapat langsung melaporkan kerusakan jalan dengan mengunggah foto, menunjukkan lokasi, dan mengirimkan laporan melalui aplikasi JAKI. Prosesnya sangat mudah dan cepat, sehingga laporan akan segera masuk ke sistem untuk ditindaklanjuti.Hubungi Nomor Darurat 112
Jika warga menemukan kerusakan jalan yang membahayakan atau dalam kondisi darurat, mereka dapat langsung menghubungi nomor darurat 112. Hal ini memastikan respons yang cepat dan efisien.Hotline Dinas Bina Marga
Selain itu, masyarakat juga dapat melaporkan kerusakan jalan melalui hotline Dinas Bina Marga. Nomor telepon yang tersedia adalah (021) 3844444, yang bisa diakses melalui panggilan telepon maupun aplikasi WhatsApp.
Peran Aktif Warga dalam Menjaga Kondisi Jalan
Kerusakan jalan yang parah di Jakarta telah menyebabkan puluhan kecelakaan lalu lintas dan ribuan titik berlubang. Oleh karena itu, peran aktif warga dalam melaporkan kondisi jalan menjadi sangat penting. Dengan partisipasi masyarakat, pihak berwenang dapat segera melakukan tindakan perbaikan.
Data Polda Metro Jaya mencatat bahwa sepanjang 1–28 Januari 2026, terdapat 27 kecelakaan lalu lintas akibat jalan berlubang. Dari jumlah tersebut, satu orang meninggal dunia, delapan luka berat, dan 20 luka ringan. Di tingkat nasional, kejadian serupa tercatat sebanyak 748 kecelakaan dengan total 966 korban.
Meskipun jumlah kecelakaan menurun dibandingkan periode yang sama tahun 2025, kerusakan jalan tetap menjadi faktor dominan penyebab kecelakaan. Oleh karena itu, upaya pencegahan dan perbaikan infrastruktur jalan sangat diperlukan.
Data Kerusakan Jalan di DKI Jakarta
Dinas Bina Marga DKI Jakarta mencatat sedikitnya 70 ruas jalan mengalami kerusakan parah akibat genangan air di awal 2026. Titik-titik kerusakan tersebar di berbagai wilayah seperti Jalan MT Haryono, Daan Mogot, S Parman, Flyover Jatinegara, serta kawasan pesisir seperti RE Martadinata dan Lodan Raya.
Kepala Pusat Data dan Informasi Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Siti Dinarwenny, menjelaskan bahwa penanganan sementara dilakukan dengan menutup lubang. Penanganan secara permanen baru akan dilakukan setelah kondisi cuaca mendukung.
Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) Jakarta Selatan mencatat bahwa sepanjang 53,81 km jalan di wilayah tersebut mengalami kerusakan pada 2024. Total panjang jalan di Jakarta Selatan mencapai 1.999,82 km, dengan 1.531,99 km kondisi baik dan 414,02 km kondisi sedang.
Penanganan Jalan Berlubang di Jakarta Selatan
Suku Dinas (Sudin) Bina Marga Jakarta Selatan menangani ribuan titik jalan berlubang yang berpotensi membahayakan pengendara, terutama di tengah tingginya curah hujan. Hingga 10 Februari 2026, tercatat 2.692 titik jalan berlubang di wilayah Jakarta Selatan.
Dari jumlah tersebut, 2.531 titik sudah ditindaklanjuti, sementara 161 titik lainnya masih dalam proses penanganan. Kasudin Bina Marga Jakarta Selatan, Rifki Rismal, menegaskan keselamatan pengguna jalan menjadi prioritas utama. Penanganan sementara dilakukan dengan secepatnya menutup lubang untuk menghindari kecelakaan.






