Penutupan Sementara Jalan Cendrawasih Raya Akibat Tumpahan Cairan Kimia
Pada hari Sabtu (4/4/2026) siang, akses Jalan Cendrawasih Raya di Cengkareng Barat, Jakarta Barat, ditutup sementara. Penutupan ini dilakukan karena adanya tumpahan cairan oli dan minyak rem yang mengalir dari bengkel dan gudang suku cadang yang terbakar. Kejadian ini menyebabkan jalan menjadi sangat licin, sehingga berpotensi membahayakan pejalan kaki maupun pengendara motor.
Kondisi Jalan yang Membahayakan
Menurut laporan yang diterima, kondisi jalan sangat licin akibat campuran oli dan minyak rem yang menyebar ke permukaan jalan. Aspal tampak menghitam, sementara lapisan minyak terlihat bercampur dengan genangan air di sekitar mobil pemadam kebakaran. Pengendara dari arah Jalan Outer Ring Road menuju Bambu Larangan maupun sebaliknya dialihkan dan mengambil rute memutar.
Meski jalan telah ditutup menggunakan cone pembatas, masih ada sejumlah pengendara yang nekat melintas. Dalam 15 menit pantauan, terdapat lima motor yang memaksa melintas, dan tiga di antaranya terjatuh akibat tergelincir di jalan yang dipenuhi oli.
Pengalaman Warga Sekitar
Agung (38), warga sekitar, menceritakan bahwa insiden pengendara terjatuh sudah terjadi sejak Jumat (3/4/2026) malam saat proses pemadaman berlangsung. Ia mengatakan, tebalnya tumpahan cairan kimia tersebut juga menyulitkan pejalan kaki untuk melintas tanpa terpeleset.
“Jangankan motor, kita jalan kaki aja bisa jatuh kepeleset, soalnya kan oli, tumpahan dari bengkel yang kebakar itu banyak mengalir ke jalan,” kata Agung.
Tindakan Petugas Darurat
Perwira Piket Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat, Sukoco, membenarkan bahwa tumpahan minyak berasal dari dalam gudang yang terbakar. Operasi pemadaman yang menggunakan banyak air membuat cairan oli meluber hingga ke jalan.
“Tumpahan minyak ini dari oli, minyak rem, itu hampir beberapa orang yang terpeleset, karena dalam tahap operasional (pemadaman) ini belum selesai,” ucap Sukoco.
Untuk mencegah jatuhnya korban lanjutan, petugas berencana membersihkan jalan menggunakan cairan busa (foam liquid). “Mudah-mudahan kalau memang kita membawa foam liquid-nya masih ada, kita nanti bekerja sama dengan pihak kelurahan supaya minyak itu segera bersih dan tidak merugikan orang banyak,” jelas Sukoco.
Namun, pembersihan jalan masih harus menunggu proses pendinginan bengkel yang belum selesai, meski sudah lebih dari 12 jam sejak kebakaran terjadi pada Jumat (3/4/2026) pukul 21.42 WIB. Bangunan bengkel yang ambruk menyulitkan petugas memadamkan bara api dari material plastik yang tertimbun di bawah reruntuhan.
Upaya Penanggulangan Kebakaran
Sebelumnya diberitakan, bengkel sekaligus gudang suku cadang di Jalan Cendrawasih Raya, Cengkareng Barat, Jakarta Barat, hangus terbakar pada Jumat malam. Kasie Ops Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat, Syaiful Kahfi, mengatakan, pihaknya mengerahkan 20 unit mobil pemadam dengan 100 personel untuk mengatasi kebakaran di area seluas kurang lebih 560 meter persegi.






