Pos Angke Hulu Siaga Dua, BPBD Jakarta Minta Warga Waspadai Banjir

Pos Angke Hulu Siaga Dua, BPBD Jakarta Minta Warga Waspadai Banjir


Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir pada dini hari hari Sabtu (4/4). Peringatan ini muncul setelah hujan deras mengguyur kota Jakarta sejak malam sebelumnya.

Hujan yang terus-menerus menyebabkan kenaikan ketinggian permukaan air di beberapa titik, termasuk di pintu air. Salah satu pos pantau yang menjadi perhatian adalah Pos Angke Hulu, yang saat ini berada dalam status Siaga II.

Menurut informasi yang diberikan oleh BPBD Jakarta melalui akun media sosialnya, pada pukul 03.00 WIB, tinggi permukaan air di Pos Pantau Angke Hulu mencapai 260 cm dengan kondisi cuaca gerimis. Status Siaga II menunjukkan bahwa situasi sudah mulai memprihatinkan dan memerlukan pengawasan ekstra.

Akibat kenaikan permukaan air tersebut, warga di sekitar wilayah yang berpotensi terkena dampak banjir diminta untuk tetap waspada. Berikut adalah daftar wilayah yang perlu diwaspadai:

  • Kembangan Selatan
  • Duri Kosambi
  • Rawa Buaya
  • Kembangan Utara
  • Kedaung Kali Angke
  • Cengkareng Timur
  • Kapuk
  • Kapuk Muara
  • Kamal Muara

BPBD DKI Jakarta juga mengimbau kepada warga yang tinggal di sepanjang bantaran sungai untuk selalu berhati-hati dan siap siaga. Mereka diminta untuk tidak mengabaikan peringatan resmi dari pihak berwenang dan memperhatikan perkembangan cuaca secara teratur.

Selain itu, masyarakat disarankan untuk memperhatikan jalur evakuasi terdekat dan memastikan kelengkapan kebutuhan darurat seperti alat pelampung, senter, serta makanan dan minuman. Jika terjadi banjir, penting untuk segera meninggalkan area yang terancam dan menghubungi petugas darurat jika diperlukan.

Peringatan ini juga menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih sadar akan risiko banjir, terutama di musim hujan. Pemerintah daerah dan lembaga terkait terus memantau situasi secara berkala dan memberikan informasi terbaru apabila ada perubahan kondisi.

Dengan adanya peringatan dini ini, diharapkan masyarakat dapat lebih siap menghadapi kemungkinan banjir dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang diperlukan. Tidak hanya itu, kesadaran diri masyarakat akan pentingnya kesiapsiagaan juga sangat diperlukan agar dapat mengurangi risiko kehilangan atau kerugian akibat bencana alam.

Related posts