Arus Balik di Bandara Minangkabau Kembali Meningkat
Setelah kebijakan Work From Anywhere (WFA) berakhir, arus balik di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) kembali mengalami peningkatan. Peningkatan ini terlihat dari jumlah penumpang dan pergerakan penerbangan yang meningkat dibandingkan beberapa hari sebelumnya.
Dalam satu hari tercatat sebanyak 11.584 penumpang dengan total 73 pergerakan penerbangan. Bandara juga menambahkan 13 penerbangan tambahan untuk melayani lonjakan penumpang. Rute Jakarta menjadi tujuan utama dengan 4.255 penumpang atau sekitar 70 persen dari total penumpang.
Aktivitas Bandara yang Menunjukkan Lonjakan
Pantauan di lokasi bandara sekira pukul 11.30 WIB menunjukkan bahwa pintu kedatangan dipadati oleh calon penumpang serta keluarga yang akan mengantar sanak saudaranya. Antrian di loket check in juga tampak mengular hingga melewati tali pembatas. Namun, tidak terlihat kepadatan di bagian pintu kedatangan yang baru saja mendarat. Begitu pula dari arah pintu kedatangan internasional dan Stasiun Kereta Api BIM.
Penjelasan dari Airport Operation Center Head
Nazal Rauf, Airport Operation Center Head InJourney Airports Kantor Cabang BIM, menjelaskan bahwa pada Sabtu (28/3/2026), tercatat sebanyak 11.584 penumpang dengan total 73 pergerakan penerbangan. Ia menyatakan bahwa meskipun arus balik setelah WFA meningkat, jumlahnya masih lebih rendah dibandingkan puncak arus balik Lebaran.
Pada H+1 Lebaran atau 23 Maret 2026, terdapat 72 penerbangan dengan 12.498 penumpang. Sementara itu, pada H+2 Lebaran, jumlah penumpang mencapai 12.006 dengan 74 pergerakan penerbangan. Menurut Nazal, lonjakan arus balik usai WFA disebabkan oleh banyaknya masyarakat yang menunda perjalanan kembali hingga kebijakan tersebut berakhir.
Upaya Mengantisipasi Lonjakan Penumpang
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, pihak bandara bersama maskapai menambahkan 13 penerbangan tambahan dalam dua hari terakhir. Dari jumlah tersebut, 7 penerbangan adalah kedatangan dan 6 penerbangan adalah keberangkatan. Penambahan ini dilakukan untuk mengakomodir tingginya permintaan penumpang pada periode arus balik.
Dominasi Rute Jakarta dan Kota Lain
Dari sisi rute, pergerakan penumpang didominasi tujuan Jakarta. Sebanyak 4.255 penumpang memilih rute tersebut. Sementara sisanya menuju sejumlah kota lain seperti Kuala Lumpur, Batam, Yogyakarta, Kualanamu, Singapura, hingga Gunung Sitoli.
Prediksi Kepadatan Penumpang
Nazal juga memprediksi kepadatan penumpang masih akan berlanjut dalam beberapa hari ke depan. Hal ini terlihat dari tingkat keterisian kursi (load factor) penerbangan yang mencapai 97 persen. Dengan load factor yang tinggi, kemungkinan peningkatan pergerakan penumpang masih akan terjadi setelah periode puncak arus balik ini.






