Kenneth DPRD DKI Dorong Revolusi Pengelolaan Sampah Jakarta, Tiru Singapura dan Korea

Kenneth DPRD DKI Dorong Revolusi Pengelolaan Sampah Jakarta, Tiru Singapura dan Korea

Masalah Gunungan Sampah di Tambora, Jakarta Barat

Gunungan sampah yang terdapat di Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, menjadi perhatian serius dari masyarakat setempat dan viral di media sosial. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya masalah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari. Anggota DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth, melakukan peninjauan langsung ke lokasi tersebut untuk memastikan penanganan yang cepat dan efektif.

Pada sidak tersebut, Kenneth didampingi oleh Lurah Jembatan Besi Achmad Subhan, Lurah Kali Anyar Iman Suhendar, Camat Tambora Pangestu Aji, serta perwakilan Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Barat, Dahlan. Mereka meninjau kondisi gunungan sampah yang berada di wilayah Kelurahan Jembatan Besi dan Kali Anyar.

Kenneth mengatakan bahwa dirinya sering menerima laporan dari warga yang merasa terganggu dengan kondisi penumpukan sampah di lokasi tersebut. Baik dari segi bau tidak sedap, meningkatnya populasi lalat dan tikus, maupun menurunnya kualitas hidup sehari-hari. Ia menegaskan bahwa hal ini harus menjadi perhatian serius bagi instansi terkait.

Permintaan PPSU Dikerahkan

Sebagai tindak lanjut, pria yang kerap disapa Bang Kent itu meminta kepada Satgas Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Barat bersama Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) dari masing-masing kelurahan segera melakukan pembersihan secara menyeluruh. Upaya ini bertujuan untuk mengembalikan kondisi lingkungan menjadi bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat.

“Permasalahan ini tidak bisa dianggap sepele, karena selain mengganggu estetika lingkungan, juga berpotensi menimbulkan dampak serius terhadap kesehatan masyarakat,” kata dia. Ia mendesak kepada dinas terkait, khususnya Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, agar segera mengambil langkah konkret dan terukur. Penanganan tidak boleh hanya bersifat sementara atau reaktif, melainkan harus sistematis dan berkelanjutan.

Evaluasi Pengelolaan Sampah

Kenneth menjelaskan bahwa kegiatan ini akan menjadi wujud komitmen bersama antara DPRD DKI Jakarta, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dan Masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Selain itu, langkah cepat yang diambil juga menunjukkan bahwa setiap aduan warga dapat ditindaklanjuti secara responsif dan tepat sasaran.

Menurutnya, perlu dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan sampah di DKI Jakarta. “Apakah terdapat kendala pada infrastruktur, kurangnya sumber daya, atau persoalan koordinasi antarinstansi. Semua ini harus dibuka secara transparan agar solusi yang diambil benar-benar tepat sasaran,” ujarnya.

Pendekatan Berbasis Masyarakat

Kemudian, Kenneth juga mendorong adanya pendekatan berbasis masyarakat, di mana warga dilibatkan secara aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan. Edukasi mengenai pemilahan sampah dari sumber, pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, serta penguatan peran RT/RW dan komunitas lokal menjadi hal yang sangat penting untuk membangun kesadaran kolektif.

Langkah Inovatif Ke depan

Di sisi lain, Kenneth menyarankan pemerintah DKI Jakarta untuk mempertimbangkan langkah-langkah inovatif ke depannya, seperti pengembangan bank sampah secara serius, pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan sampah dan limbah, serta kerja sama dengan pihak swasta untuk meningkatkan efisiensi sistem yang ada.

“Saya akan terus mengawal persoalan ini secara serius, dan memastikan bahwa setiap keluhan warga mendapatkan respons yang cepat dan tepat. Saya tidak ingin masalah penumpukan sampah ini menjadi persoalan yang berlarut-larut tanpa penyelesaian yang jelas,” paparnya.

Contoh Negara Lain

Kenneth juga mendorong Pemprov DKI Jakarta untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah yang lebih modern, terintegrasi, dan berkelanjutan dengan mencontoh praktik terbaik dari negara-negara lain, khususnya di kawasan Asia. Ia mencontohkan keberhasilan Singapura dalam menjaga kebersihan kota melalui penegakan hukum yang tegas dan sistem pengelolaan sampah yang efisien.

Selain itu, Korea Selatan dinilai berhasil melalui kebijakan pay as you throw, yang mendorong masyarakat untuk lebih bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan. Di Jepang, kedisiplinan masyarakat dalam memilah sampah sejak dari rumah menjadi kunci keberhasilan negara tersebut dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Solusi dan Tindakan Konkret

Kenneth menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta perlu mengadopsi pendekatan yang lebih komprehensif, mulai dari peningkatan fasilitas pengolahan, optimalisasi pengangkutan, hingga penguatan regulasi dan pengawasan di lapangan. Selain itu, ia juga mendorong adanya inovasi dalam pengelolaan sampah, seperti pengembangan bank sampah, pemanfaatan teknologi digital, serta kerja sama dengan sektor swasta dalam mendukung sistem yang lebih efektif.

“Dengan komitmen bersama antara pemerintah DKI Jakarta dan masyarakat, saya yakin Jakarta bisa menjadi kota yang bersih, sehat, dan setara dengan kota-kota maju di dunia,” tutupnya.


Related posts