4 Fakta Aktivis KontraS Disiram Air Keras: Novel Baswedan Percaya Ada Upaya Pembunuhan, Kronologi Lengkap

4 Fakta Aktivis KontraS Disiram Air Keras: Novel Baswedan Percaya Ada Upaya Pembunuhan, Kronologi Lengkap

Kasus Penyiraman Air Keras Terhadap Aktivis HAM, Andrie Yunus

Kasus penyiraman air keras terhadap aktivis hak asasi manusia (HAM) kembali menggemparkan publik. Pada Kamis malam, Andrie Yunus, Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), menjadi korban serangan yang diduga dilakukan oleh orang tak dikenal di Jakarta Pusat. Serangan ini menimbulkan kekhawatiran akan adanya upaya pembunuhan yang terencana.

Penilaian dari Mantan Penyidik KPK

Mantan penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, menyatakan bahwa tindakan tersebut sangat mungkin merupakan upaya pembunuhan yang terorganisasi. Menurutnya, cara pelaku menyiramkan air keras ke bagian wajah korban menunjukkan niat jahat yang serius. “Serangannya itu saya yakin maksudnya membunuh. Kenapa? Pelakunya ini menyiram air keras di area muka. Kalau area muka kena air keras, kemungkinan besar gagal napas dan bisa meninggal,” ujar Novel dalam konferensi pers di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia.

Novel juga menambahkan bahwa jika tidak sampai menimbulkan kematian, serangan tersebut paling tidak bertujuan menyebabkan cacat permanen pada korban. Hal ini menunjukkan bahwa pelaku memiliki rencana yang matang dan sengaja memilih target yang tepat.

Indikasi Penyiraman Terorganisasi

Dari rekaman CCTV yang dilihat oleh Novel, dua pria terlihat melakukan penyiraman terhadap Andrie Yunus. Dari pengamatan tersebut, ia menilai bahwa tindakan para pelaku tidak dilakukan secara spontan, melainkan memiliki pola yang menunjukkan perencanaan dan koordinasi. “Pelakunya tidak sekadar satu motor berdua begitu saja. Saya yakin ini terorganisir. Ada simbol-simbol tindakan di lapangan sehingga ketika menyerang itu sangat terstruktur,” ujarnya.

Novel juga mendesak aparat kepolisian agar mengusut tuntas kasus tersebut serta meminta Presiden Prabowo Subianto memberi perhatian khusus. Menurutnya, kasus ini bukan sekadar tindak kriminal biasa, melainkan serangan serius terhadap aktivis masyarakat sipil.

Kronologi Penyiraman Air Keras

Peristiwa penyiraman air keras terjadi pada Kamis malam sekitar pukul 23.37 WIB. Saat kejadian, korban sedang mengendarai sepeda motor di kawasan Jalan Salemba I–Talang, Senen, Jakarta Pusat. Ketika melintas di sekitar Jembatan Talang, dua orang pelaku yang mengendarai sepeda motor diduga Honda Beat keluaran 2016–2021 menghampiri korban dari arah berlawanan.

Ciri-ciri Pelaku

Berdasarkan informasi yang diperoleh, ciri-ciri pelaku adalah sebagai berikut:

  • Pengendara motor: mengenakan kaus kombinasi putih-biru, celana gelap diduga berbahan jeans, dan helm hitam.
  • Pembonceng: mengenakan penutup wajah seperti buff hitam, kaus biru tua, dan celana panjang biru yang dilipat.

Salah satu pelaku kemudian menyiramkan cairan yang diduga air keras ke arah korban. Akibat serangan tersebut, Andrie Yunus mengalami luka bakar pada tangan kanan dan kiri, wajah, dada, serta bagian mata.

Polisi Masih Dalami Kasus

Pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait kasus ini. Kapolda Polda Metro Jaya, Asep Edi Suheri, menyatakan bahwa anggota masih bekerja untuk mengungkap pelaku. “Masih dilakukan pendalaman, anggota kami masih bekerja. Doakan saja bisa segera terungkap,” kata Asep saat meninjau arus mudik di Terminal Terpadu Pulogebang, Jakarta Timur.

Profil Aktivis KontraS Andrie Yunus

Nama Andrie Yunus dikenal luas sebagai aktivis HAM di Indonesia. Saat ini, ia menjabat sebagai Wakil Koordinator Bidang Eksternal KontraS, organisasi masyarakat sipil yang fokus pada isu pelanggaran HAM dan reformasi sektor keamanan.

Riwayat pendidikan dan karier Andrie Yunus antara lain:

  • Alumni Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera
  • Lulus pada 2020 dengan skripsi tentang peran paralegal dalam mewujudkan persamaan di hadapan hukum
  • Pernah bekerja di Lembaga Bantuan Hukum Jakarta pada 2019–2022 sebagai advokat
  • Sejak bergabung dengan KontraS pada 2022, Andrie aktif menyuarakan berbagai isu seperti:
  • Reformasi sektor keamanan
  • Perlindungan korban pelanggaran HAM
  • Kebebasan sipil dan advokasi masyarakat

Ia juga pernah menjadi sorotan publik pada 2025 setelah bersama aktivis masyarakat sipil mendatangi rapat pembahasan revisi Undang-Undang TNI yang berlangsung tertutup di sebuah hotel di Jakarta. Selain itu, Andrie pernah hadir sebagai saksi dalam sidang uji formal Undang-Undang TNI di Mahkamah Konstitusi.

Related posts