Proyeksi 3,5 Juta Kendaraan Mudik, Hanya 14 Persen Tinggalkan Jakarta

Proyeksi 3,5 Juta Kendaraan Mudik, Hanya 14 Persen Tinggalkan Jakarta



Beberapa hari setelah dimulainya Operasi Ketupat 2026, arus lalu lintas kendaraan yang meninggalkan Jakarta masih berada di bawah proyeksi. Menurut data dari PT Jasa Marga (Persero), sekitar 14 persen dari total estimasi arus mudik telah terjadi. Dari jumlah total kendaraan yang diperkirakan mencapai 3,5 juta, hanya sekitar 285 ribu kendaraan yang telah bergerak pada hari pertama operasi tersebut.

Perkembangan ini diamati langsung oleh Direktur Utama PT Jasa Marga Rivan A Purwantono di Jasa Marga Traffic Management Center (JMTC) Jatiasih, Bekasi, bersama dengan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dan Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho. Hasil pemantauan menunjukkan bahwa arus kendaraan yang keluar dari Jakarta masih dalam kondisi terkendali tanpa adanya penerapan rekayasa lalu lintas.

Rivan menjelaskan bahwa pertumbuhan arus kendaraan tercatat sebesar 3,5 persen pada hari pertama. Angka ini menunjukkan bahwa sekitar 285 ribu kendaraan telah bergerak dari Jakarta, yang merupakan bagian dari total proyeksi arus mudik Lebaran tahun ini. Pada tahap awal, perjalanan pemudik lebih banyak didominasi oleh kendaraan yang menuju jalur Tol Trans Jawa.

Namun, untuk arah Bandung maupun ke Sumatra melalui Pelabuhan Merak, peningkatan belum terlihat signifikan. Rivan memperkirakan bahwa pergerakan kendaraan akan meningkat dalam beberapa hari ke depan seiring mendekatnya puncak arus mudik. Biasanya, peningkatan mobilitas masyarakat mulai terasa pada akhir pekan.

Menhub Dudy Purwagandhi juga turut memantau situasi lalu lintas dari pusat kendali milik Jasa Marga. Ia menyatakan bahwa kondisi arus kendaraan pada hari pertama Operasi Ketupat masih relatif kondusif meski volume kendaraan mengalami peningkatan. “Sampai saat ini, situasi masih sedikit di atas normal, tetapi secara keseluruhan masih berjalan dengan baik,” ujarnya.

Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menambahkan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan arus kendaraan baik di jalan tol maupun jalan arteri. Pemantauan dilakukan melalui sistem CCTV serta koordinasi dengan berbagai pihak terkait. Ia menyebutkan bahwa kondisi arus lalu lintas masih cukup terkendali meskipun terdapat peningkatan.

Selain itu, kepolisian juga fokus pada aspek keamanan dan ketertiban masyarakat selama masa pengamanan mudik Lebaran. Hingga saat ini, situasi dinilai aman dan tidak ada kejadian menonjol yang dilaporkan.

Operasi Ketupat tahun ini melibatkan ratusan ribu personel Polri bersama berbagai instansi terkait di seluruh Indonesia. Pengamanan mencakup berbagai jalur seperti jalan tol, jalan arteri, tempat ibadah, kawasan wisata, pelabuhan, serta bandara. Tujuan utamanya adalah memastikan kelancaran dan keamanan selama masa liburan Lebaran.

Related posts