Kondisi JPO di Terminal Kampung Rambutan Dikeluhkan Warga
Koalisi Pejalan Kaki mengkritik Pemprov DKI Jakarta karena membiarkan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, rusak hingga bertahun-tahun. Kondisi jembatan ini sudah sangat memprihatinkan, dengan berbagai kerusakan yang terlihat jelas dan membahayakan pengguna.
Kerusakan yang Mengkhawatirkan
Selama tiga tahun terakhir, kondisi JPO di Terminal Kampung Rambutan mengalami kerusakan berat. Hampir seluruh badan jembatan berkarat, lantai yang ringkih saat dipijak, serta lampu penerangan dan atap yang rusak. Hal ini membuat warga merasa waswas saat melintasi jembatan tersebut.
Menurut Ketua Koalisi Pejalan Kaki, Alfred Sitorus, jika Pemprov DKI Jakarta tidak memiliki anggaran untuk memperbaiki JPO, maka warga siap melakukan patungan untuk memperbaikinya. “Kalau memang Jakarta enggak punya dana untuk itu, Koalisi Pejalan Kaki siap menggalang dana untuk bisa urunan, patungan begitu untuk revitalisasi,” ujarnya.
Fasilitas Publik yang Penting
JPO termasuk fasilitas publik yang dibutuhkan untuk menunjang mobilitas pejalan kaki dan pengguna transportasi umum. Oleh karena itu, keberadaannya sangat penting. Namun, berdasarkan data dari Koalisi Pejalan Kaki, setidaknya ada 30 JPO dengan kondisi rusak berat atau disebut JPO aborsi. Termasuk JPO di area Terminal Kampung Rambutan.
JPO aborsi adalah JPO yang harus dirobohkan, untuk kemudian dibangun ulang dengan konstruksi lebih baik atau justru ditiadakan dan diganti dengan zebra cross atau pelican crossing. “Berapa sih (dana perbaikan JPO)? Kami minta Pemprov hitung aja deh begitu. Bukannya kita sok-sokan mau ini, tapi kan ini (JPO) dipergunakan oleh jutaan orang kan perharinya,” ujar Alfred.
Langkah yang Akan Dilakukan
Alfred menyatakan bahwa dalam waktu dekat, rencananya Koalisi Pejalan Kaki akan meninjau secara langsung JPO Terminal Kampung Rambutan yang dikeluhkan warga karena kondisinya. Menurut Koalisi Pejalan Kaki, Pemprov DKI Jakarta patutnya memberikan perhatian yang sama kepada seluruh fasilitas publik, tidak hanya menitikberatkan pada kawasan seperti Sudirman-Thamrin.
Terlebih lagi, Terminal Kampung Rambutan merupakan simpul penghubung moda transportasi massal, baik bus antar kota antar provinsi, antar kota antar dalam provinsi, Transjakarta, Mikrotrans, LRT. “Jadi kami dari Koalisi Pejalan Kaki menyatakan kalau DKI Jakarta enggak punya anggaran, ngomong saja ke warganya. Warganya masih siap kok patungan bangun itu,” tuturnya.
Kondisi JPO yang Memprihatinkan
Sebelumnya, kondisi Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Terminal Kampung Rambutan, Ciracas, Jakarta Timur dikeluhkan warga karena kondisinya rusak berat dan tak terawat. Hampir seluruh anak tangga hingga lantai JPO dipenuhi karat, bahkan pada beberapa titik kondisi lantai tampak sangat ringkih sehingga pejalan kaki merasa waswas saat melintas di lokasi.
Sementara lampu yang terpasang pada JPO Terminal Kampung Rambutan pun tampak sudah rusak, atau tidak lagi berfungsi membantu penerangan bagi pejalan kaki saat malam hari. Padahal JPO yang berada di area antar kota dalam provinsi (AKDP) Terminal Kampung Rambutan menghubungkan antara halte Transjakarta dengan area park and ride di terminal.
Tanggapan dari Pihak Terkait
Dikonfirmasi terkait kondisi JPO, pihak Terminal Kampung Rambutan menyatakan bahwa JPO di area AKDP yang kondisinya rusak tersebut merupakan aset Dinas Bina Marga DKI Jakarta. Kepala Terminal Kampung Rambutan, Revi Zulkarnain mengatakan berdasarkan informasi sementara JPO pada area AKDP itu rencananya dibongkar Badan Pengelola Aset Daerah (BPAD). “Info terakhir itu (JPO aset) milik Bina Marga, dan juga ada info mau di bongkar oleh BPAD,” kata Revi.
Awak media juga sudah berupaya mengonfirmasi Kepala Sudin Bina Marga Jakarta Timur, Benhard Hutajulu, tapi hingga berita ditulis Benhard urung memberikan respons.






