Komisi V DPR RI Perhatikan Kerusakan Jalan Tol Jakarta-Tangerang Jelang Mudik Lebaran 2026

Komisi V DPR RI Perhatikan Kerusakan Jalan Tol Jakarta-Tangerang Jelang Mudik Lebaran 2026

Masalah Kerusakan Jalan Tol Jakarta-Tangerang Menjadi Perhatian Serius

Kerusakan di sejumlah titik Jalan Tol Jakarta-Tangerang telah menjadi perhatian serius dari DPR RI. Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Syaiful Huda menyatakan bahwa kondisi jalan yang rusak sudah sangat mengkhawatirkan dan berpotensi membahayakan keselamatan para pengguna jalan. Ia menilai bahwa kerusakan tersebut tidak hanya merugikan masyarakat, tetapi juga bisa memicu kecelakaan lalu lintas.

Huda menjelaskan bahwa Komisi V menerima banyak aduan dari masyarakat, baik melalui pesan WhatsApp maupun laporan langsung kepada anggota DPR. Banyaknya keluhan tersebut sampai ke pimpinan Komisi V sehingga mendorong dilakukannya inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi.

“Kerusakan jalan cukup parah sampai masyarakat tidak tahan lagi dan akhirnya menyampaikan langsung ke Komisi V. Karena itu kami melakukan sidak ke ruas tol Jakarta–Tangerang yang banyak dikeluhkan,” katanya kepada wartawan.

Hasil sidak menunjukkan adanya sejumlah kerusakan serius di beberapa ruas tol maupun jalan arteri. Namun, kondisi terburuk ditemukan di ruas Tol Jakarta-Tangerang yang dikelola oleh Jasa Marga. Menurut Huda, seluruh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) wajib memenuhi Standar Pelayanan Minimum (SPM). Untuk memastikan hal tersebut, Komisi V telah membentuk panitia kerja (Panja) khusus yang bertugas mengawasi pemenuhan standar tersebut.

Dia menegaskan terdapat 16 indikator dalam SPM yang harus dipatuhi oleh seluruh operator jalan tol. Namun, dalam sidak yang dilakukan, ditemukan beberapa indikator belum dipenuhi sesuai ketentuan regulasi.

“Dua anggota Komisi V asal Lampung yang sering bolak-balik lewat jalur ini mengatakan secara objektif kondisi jalannya memang buruk. Mobil sampai terasa bergoyang,” ujar Huda.

Persoalan ini juga telah dibahas secara terbuka dalam rapat kerja Komisi V bersama Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, serta 16 operator jalan tol termasuk Jasa Marga. DPR mendesak agar perbaikan segera dilakukan mengingat arus mudik Lebaran semakin dekat. Bahkan, Huda menyebut sebagian masyarakat mengancam akan melakukan aksi demonstrasi jika kerusakan tidak segera ditangani.

“Dalam jangka pendek harus ada percepatan perbaikan. Jalan rusak ini berisiko menyebabkan kecelakaan. Kalau belum bisa diperbaiki, minimal harus diberi tanda peringatan agar tidak membahayakan pengguna jalan,” ucapnya.

Upaya Perbaikan yang Dilakukan Oleh Jasa Marga

Sementara itu, Jasamarga Metropolitan Tollroad (JMT) selaku pengelola ruas Tol Jakarta–Tangerang menyatakan terus melakukan perbaikan perkerasan di sejumlah titik sebagai bagian dari pemeliharaan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan pengguna. Operator tol tersebut juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pengguna jalan.

Proses perbaikan disebut terus berjalan secara bertahap dengan memprioritaskan titik-titik yang mengalami kerusakan paling parah. Senior General Manager JMT, Widiyatmiko Nursejati menjelaskan pihaknya mengerahkan sejumlah tim pemeliharaan di lapangan guna mengoptimalkan perbaikan menjelang arus mudik dan balik Idulfitri 1447 H.

“Kami terus mengoptimalkan upaya perbaikan melalui pengerahan beberapa tim pemeliharaan yang bekerja secara bertahap di sejumlah titik,” ucap Widiyatmiko.

“Saat ini terdapat tiga tim rekonstruksi dengan masing-masing 15 personel, satu tim Scrapping, Filling, and Overlay (SFO) beranggotakan 10 personel, serta enam tim patching beranggotakan masing-masing lima personel,” tambahnya.

Dia menjelaskan pekerjaan pemeliharaan menghadapi tantangan berupa tingginya curah hujan di wilayah Jabodetabek yang memengaruhi daya dukung lapisan perkerasan. Selain itu, tingginya volume kendaraan berat, termasuk yang bermuatan berlebih, juga mempercepat kerusakan struktur jalan.

“Pekerjaan perbaikan permanen seperti rekonstruksi dan SFO masih dapat dilaksanakan hingga 15 Maret 2026, dengan mempertimbangkan telah memasuki masa puncak arus mudik Idulfitri 1447H,” kata Widiyatmiko.

Related posts