Kepala KontraS Dianiaya Air Keras di Jakarta, Polisi Periksa Saksi dan CCTV

Kepala KontraS Dianiaya Air Keras di Jakarta, Polisi Periksa Saksi dan CCTV

Penyelidikan Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Andrie Yunus

Kepolisian Republik Indonesia (Polri) sedang melakukan penyelidikan terkait kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus, Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS). Kejadian ini terjadi setelah Andrie menghadiri sebuah kegiatan di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Jakarta, pada Kamis (12/3/2026) malam.

Penyelidikan dilakukan oleh Polres Metro Jakarta Pusat dengan dukungan dari Polda Metro Jaya. Kadiv Humas Polri, Irjen Johnny Eddizon Isir, menjelaskan bahwa polisi telah mengumpulkan berbagai alat bukti, termasuk rekaman kamera pengawas (CCTV) yang ada di lokasi kejadian di Jalan Salemba I, Senen, Jakarta Pusat. Rekaman tersebut sedang dianalisis untuk mengidentifikasi pelaku yang diduga berjumlah dua orang.

“Artinya, pengumpulan berbagai alat bukti digital, dalam hal ini termasuk CCTV, yang kemudian sedang dalam proses untuk analisa lebih lanjut,” ujar Johnny kepada wartawan, Jumat (13/3/2026).

Selain itu, polisi juga telah memeriksa dua saksi yang memberikan pertolongan pertama kepada korban di lokasi kejadian. Menurut Johnny, jumlah saksi kemungkinan akan bertambah seiring proses penyelidikan yang masih dalam tahap awal.

Proses Pemeriksaan dan Perawatan Korban

Andrie Yunus saat ini menjalani perawatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Polisi juga telah meminta dilakukan visum awal terhadap korban yang mengalami luka bakar pada bagian wajah, dada, dan tangan.

“Sejauh ini, para saksi masih dalam proses pendalaman dalam bentuk wawancara interview. Terdata ada dua. Mungkin nanti akan dia berkembang, karena ini masih awal, masih awal,” tambahnya.

Johnny menegaskan harapan agar pelaku dapat segera teridentifikasi. “Harapannya (pelaku) dapat teridentifikasi segera,” lanjut jenderal bintang dua tersebut.

Detail Kejadian dan Lokasi Serangan

Secara terpisah, Koordinator KontraS Dimas Bagus Arya menyampaikan bahwa peristiwa itu terjadi setelah Andrie menghadiri kegiatan di kantor YLBHI, Jakarta, Kamis (12/3/2026) malam. Andrie diserang sesaat setelah selesai mengikuti podcast bertajuk “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia” sekitar pukul 23.00 WIB.

Menurut Dimas, hasil pemeriksaan medis menunjukkan bahwa Andrie mengalami luka bakar sekitar 24 persen pada beberapa bagian tubuh, terutama tangan, wajah, dada, dan area mata.

Proses Penyelidikan Lanjutan

Polisi telah memeriksa dua saksi dan mendalami bukti digital untuk mengidentifikasi dua pelaku yang diduga terlibat. Selain itu, pihak kepolisian juga terus melakukan analisis terhadap rekaman CCTV yang ada di lokasi kejadian. Proses penyelidikan ini masih dalam tahap awal, sehingga kemungkinan besar akan ada penambahan saksi dan informasi baru.

Dengan adanya upaya penyelidikan yang intensif, masyarakat berharap pelaku dapat segera diungkap dan diberikan hukuman sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. Kejadian ini juga menjadi peringatan bagi semua pihak untuk tetap waspada terhadap ancaman kekerasan yang bisa terjadi kapan saja.


Related posts