Kinerja Angkutan Lebaran 2026 di Wilayah KAI Daop 2 Bandung Meningkat
Selama masa Angkutan Lebaran 2026, wilayah KAI Daerah Operasi 2 Bandung mencatat kinerja yang meningkat. Hal ini terlihat dari peningkatan jumlah penjualan tiket, tingkat okupansi kereta api, serta minat masyarakat terhadap sejumlah relasi favorit. Berikut adalah rincian dari berbagai aspek yang menunjukkan keberhasilan penyelenggaraan angkutan lebaran tahun ini.
Jumlah Perjalanan Kereta Api yang Dioperasikan
Selama 22 hari masa Angkutan Lebaran 2026, KAI Daop 2 Bandung mengoperasikan sebanyak 29 perjalanan Kereta Api Jarak Jauh yang berangkat dari seluruh wilayah Daop 2 Bandung. Jumlah tersebut mencakup:
- 24 perjalanan KA reguler
- 1 perjalanan KA Fakultatif
- 4 perjalanan KA Tambahan
KA tambahan ini dihadirkan untuk mengakomodasi lonjakan kebutuhan masyarakat selama musim mudik dan balik.
Kapasitas Tempat Duduk dan Jumlah Penumpang
Dari total kapasitas tempat duduk yang disediakan sebanyak 345.840 kursi, program angkutan mencakup 439.061 penumpang. KAI Daop 2 Bandung berhasil mencatat penjualan tiket keberangkatan sebesar 441.610 tiket, melebihi target yang ditetapkan.
Peningkatan Layanan dan Antisipasi Permintaan
Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menjelaskan bahwa capaian ini merupakan hasil dari berbagai upaya peningkatan layanan serta penyesuaian kapasitas angkutan. Ia menyatakan bahwa tingginya tingkat okupansi menunjukkan bahwa kereta api masih menjadi pilihan utama masyarakat dalam melakukan perjalanan mudik dan balik pada momen Lebaran.
Pencapaian Angkutan Lebaran 2026
Secara keseluruhan, jumlah penumpang yang dilayani di wilayah Daop 2 Bandung pada Angkutan Lebaran 2026 tercatat sebanyak 441.610 pelanggan, melebihi target sebesar 439.061 pelanggan yang diprogramkan. Angka ini meningkat 5 persen dibandingkan tahun 2025 yang mencatat sebanyak 420.468 penumpang pada periode yang sama.
Puncak Penjualan Tiket dan Keberangkatan
Puncak penjualan tiket keberangkatan tertinggi selama masa Angkutan Lebaran 2026 terjadi pada tanggal 23 Maret dengan jumlah penumpang mencapai 26.517 orang. Sementara itu, pada masa arus mudik, puncak keberangkatan tercatat pada tanggal 18 Maret dengan total 20.619 penumpang yang diberangkatkan dari berbagai stasiun di wilayah Daop 2 Bandung.
Pengaturan Pola Perjalanan dan Pengoperasian KA Tambahan
Kuswardojo menjelaskan bahwa tingginya volume penumpang pada tanggal-tanggal tertentu telah diantisipasi melalui pengoperasian KA tambahan serta pengaturan pola perjalanan yang adaptif. “Kami terus memantau dinamika penjualan tiket dan melakukan langkah-langkah antisipatif agar seluruh pelanggan tetap mendapatkan layanan yang aman, nyaman, dan tepat waktu,” ujarnya.
Relasi Favorit Selama Angkutan Lebaran 2026
Sejumlah relasi favorit pada Angkutan Lebaran 2026 didominasi oleh rute-rute menuju Jakarta dan wilayah Jawa Tengah serta Jawa Timur. Relasi Bandung – Gambir menjadi yang paling diminati, diikuti oleh Bandung – Yogyakarta, Kiaracondong – Kutoarjo, Kiaracondong – Gombong, Bandung – Solo Balapan, serta Bandung – Surabaya Gubeng. Tingginya minat pada relasi tersebut menunjukkan kuatnya mobilitas masyarakat antara Kota Bandung dengan kota-kota besar di Pulau Jawa, baik untuk keperluan mudik, silaturahmi, liburan, maupun aktivitas lainnya selama periode Lebaran.
Apresiasi kepada Pelanggan
Kuswardojo menyampaikan apresiasi kepada seluruh pelanggan yang telah mempercayakan perjalanan mereka kepada kereta api. “Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pelanggan yang telah memilih kereta api sebagai moda transportasi selama Angkutan Lebaran 2026. Kepercayaan ini akan terus kami jaga dengan menghadirkan layanan yang semakin baik ke depannya,” tuturnya.






