Tersedia 13 Penerbangan Tambahan, Arus Balik di Bandara Minangkabau Didominasi Rute Jakarta

Tersedia 13 Penerbangan Tambahan, Arus Balik di Bandara Minangkabau Didominasi Rute Jakarta

Arus Balik di Bandara Minangkabau Mengalami Lonjakan Besar

Arus balik di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) mengalami lonjakan besar, dengan antrean check-in yang mengular dan melewati tali pembatas. Hal ini terjadi setelah masa kebijakan Work From Anywhere (WFA) berakhir, yang memicu ribuan perantau untuk kembali ke kota asal mereka hari ini.

Untuk menghadapi lonjakan penumpang, otoritas bandara bersama maskapai penerbangan menambahkan 13 penerbangan tambahan. Langkah ini dilakukan sebagai upaya untuk melayani jumlah penumpang yang nyaris mencapai rekor Lebaran. Meskipun demikian, jumlah pergerakan penumpang masih tercatat lebih rendah dibandingkan puncak arus balik Lebaran.

Pantauan di lokasi sekira pukul 11.30 WIB menunjukkan bahwa pintu kedatangan dipadati oleh calon penumpang serta keluarga yang akan mengantar sanak saudara mereka. Di bagian loket check in juga tampak antrian panjang yang mengular hingga melewati tali pembatas. Namun, pada bagian pintu kedatangan tidak tampak kepadatan penumpang yang baru saja mendarat. Begitupun dari arah pintu kedatangan internasional dan Stasiun Kereta Api BIM.

Airport Operation Center Head InJourney Airports Kantor Cabang BIM, Nazal Rauf, menyatakan bahwa pada Sabtu (28/3/2026), tercatat sebanyak 11.584 penumpang dengan total 73 pergerakan penerbangan. Ia menjelaskan bahwa arus balik setelah WFA memang meningkat, namun masih lebih rendah dibandingkan arus balik H+1 Lebaran yang mencapai 12.498 penumpang.

Menurutnya, lonjakan arus balik usai WFA dipengaruhi oleh banyaknya masyarakat yang menunda perjalanan kembali, menunggu kebijakan tersebut berakhir. Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, pihak bandara bersama maskapai turut menambah penerbangan tambahan (extra flight). Tercatat, terdapat 13 penerbangan tambahan dalam dua hari terakhir, terdiri dari 7 penerbangan kedatangan dan 6 penerbangan keberangkatan.

Dari sisi rute, pergerakan penumpang didominasi tujuan Jakarta. Sebanyak 4.255 penumpang atau sekitar 70 persen dari total penumpang berangkat memilih rute tersebut. Sementara sisanya menuju sejumlah kota lain seperti Kuala Lumpur, Batam, Yogyakarta, Kualanamu, Singapura, hingga Gunung Sitoli.

Nazal juga memprediksi kepadatan penumpang masih akan berlanjut dalam beberapa hari ke depan. Hal ini terlihat dari tingkat keterisian kursi (load factor) penerbangan yang mencapai 97 persen. Dengan load factor yang tinggi, kemungkinan peningkatan pergerakan penumpang masih akan terjadi setelah periode puncak arus balik ini.

Peningkatan Jumlah Penumpang Pasca-WFA

Setelah masa WFA berakhir, banyak perantau yang kembali ke kota asal mereka, sehingga memicu lonjakan penumpang di Bandara Minangkabau. Otoritas bandara dan maskapai penerbangan bekerja sama untuk menambahkan 13 penerbangan tambahan guna mengakomodir permintaan penumpang yang meningkat.

Meski jumlah penumpang meningkat, angka tersebut masih lebih rendah dibandingkan puncak arus balik Lebaran. Pada H+1 Lebaran, tercatat sebanyak 12.498 penumpang dengan 72 penerbangan, sedangkan pada H+2 Lebaran, jumlahnya mencapai 12.006 penumpang dengan 74 pergerakan penerbangan.

Lonjakan penumpang pasca-WFA disebabkan oleh masyarakat yang menunda perjalanan kembali hingga kebijakan tersebut berakhir. Untuk mengatasi hal ini, pihak bandara dan maskapai menambahkan penerbangan tambahan. Penambahan ini dilakukan untuk memenuhi permintaan penumpang selama periode arus balik.

Rute Dominasi Jakarta

Dari segi rute, penumpang yang berangkat dari Bandara Minangkabau mayoritas memilih tujuan Jakarta. Sebanyak 4.255 penumpang atau sekitar 70 persen dari total penumpang memilih rute Jakarta. Sementara itu, sisanya menuju kota-kota lain seperti Kuala Lumpur, Batam, Yogyakarta, Kualanamu, Singapura, dan Gunung Sitoli.

Load factor penerbangan yang mencapai 97 persen menunjukkan bahwa kapasitas pesawat sangat penuh. Prediksi dari Nazal Rauf menunjukkan bahwa kepadatan penumpang masih akan berlanjut dalam beberapa hari ke depan. Dengan kondisi ini, kemungkinan peningkatan pergerakan penumpang akan terjadi setelah periode puncak arus balik.


Related posts