JAKARTA – Jasa Marga melalui Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division (JMT) mencatat adanya peningkatan signifikan pada volume lalu lintas di Ruas Tol wilayah Jawa Barat pada H+1 libur Idulfitri 1447 H atau Lebaran 2026, yang jatuh pada hari Minggu (22/3/2026).
Widiyatmiko Nursejati, Senior General Manager Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division menjelaskan bahwa volume lalu lintas menuju Bandung dan Rancaekek sekitarnya mencapai total sebanyak 85.562 kendaraan. Angka ini meningkat sebesar 29,54% dibandingkan dengan volume lalu lintas transaksi normal yang hanya mencapai 66.052 kendaraan.
Volume lalu lintas tersebut terdistribusi melalui dua Gerbang Tol (GT) utama, yaitu:
GT Cileunyi Jalan Tol Padaleunyi
Terpantau sebanyak 46.742 kendaraan melaju menuju wilayah Rancaekek, Garut, dan sekitarnya melalui GT Cileunyi. Volume lalu lintas transaksi di GT tersebut naik sebesar 42,66% dari lalu lintas normal yang sebanyak 32.764 kendaraan.GT Pasteur Jalan Tol Padaleunyi
Sementara itu, volume lalu lintas transaksi yang menuju Kota Bandung melalui GT Pasteur tercatat sebanyak 38.820 kendaraan atau naik sebesar 16,62% dibanding lalu lintas normal sebanyak 33.288 kendaraan.
Menurut Widiyatmiko, volume kendaraan di wilayah Bandung dan Jabodetabek diprediksi masih akan tinggi pada hari H+3 Idulfitri 1447 H. Hal ini disebabkan oleh lalu lintas wisata dan silaturahmi, serta dimulainya arus balik menuju Jabodetabek.
Peningkatan volume lalu lintas ini menunjukkan bahwa masyarakat tetap memilih jalur tol sebagai alternatif untuk perjalanan mudik maupun arus balik. Jasa Marga juga telah melakukan berbagai persiapan untuk menghadapi lonjakan lalu lintas, seperti penguatan pengawasan, pemasangan rambu lalu lintas tambahan, serta koordinasi dengan pihak kepolisian dan instansi terkait lainnya.
Selain itu, JMT juga memberikan informasi terkini tentang kondisi lalu lintas melalui media sosial dan aplikasi resmi mereka agar para pengguna jalan dapat mempersiapkan perjalanan secara lebih baik.
Dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan jalan tol khususnya di wilayah Jawa Barat semakin meningkat, terutama selama masa liburan nasional. Hal ini tidak hanya berdampak pada mobilitas masyarakat, tetapi juga menjadi indikator penting dalam pengembangan infrastruktur transportasi.
Kenaikan jumlah kendaraan juga memicu kekhawatiran akan kemacetan, terutama di area yang memiliki akses terbatas. Namun, dengan adanya sistem manajemen lalu lintas yang lebih baik, diharapkan dapat mengurangi risiko kemacetan dan meningkatkan keamanan serta kenyamanan berkendara.
Pemerintah dan BUMN seperti Jasa Marga terus berupaya untuk memastikan kualitas layanan jalan tol tetap optimal, bahkan saat menghadapi lonjakan lalu lintas. Dengan peningkatan fasilitas dan pengelolaan yang lebih baik, diharapkan dapat memberikan pengalaman berkendara yang lebih lancar dan aman bagi masyarakat.






