Persija Jakarta Kehilangan Mauro Zijlstra Saat Berburu Gelar Liga, Tapi Dapat Bantuan Dana FIFA

Persija Jakarta Kehilangan Mauro Zijlstra Saat Berburu Gelar Liga, Tapi Dapat Bantuan Dana FIFA

Cedera Mauro Zijlstra dan Dampaknya pada Timnas Indonesia dan Persija Jakarta

Pemain Timnas Indonesia, Mauro Zijlstra, mengalami cedera lutut yang cukup serius setelah berlaga dalam laga perdana FIFA Series 2025. Pada pertandingan tersebut, Timnas Indonesia berhasil mengalahkan Saint Kitts and Nevis. Namun, cedera yang dialami oleh Mauro menimbulkan kekhawatiran terhadap kiprahnya di Timnas maupun klubnya, Persija Jakarta.

Menurut Kepala Badan Tim Nasional (Timnas), Sumardji, Mauro mengalami cedera lutut dengan kategori cukup serius. Hasil pemeriksaan medis menunjukkan bahwa cedera ini termasuk dalam grade 2, yang membutuhkan waktu pemulihan sekitar dua hingga tiga bulan. Hal ini tentu menjadi kabar buruk bagi pelatih dan rekan-rekannya di Timnas Indonesia.

Mauro Zijlstra juga turut berkontribusi dalam gol pertamanya di Timnas senior sebagai striker. Gol tersebut menjadi bukti bahwa dirinya mampu memberikan dampak positif dalam pertandingan internasional. Namun, di level klub, Mauro belum mendapatkan kepercayaan penuh dari pelatih Persija Jakarta.

Di Persija Jakarta, Mauro Zijlstra masih kesulitan untuk masuk ke dalam starting XI. Hal ini disebabkan oleh persaingan ketat dengan penggawa asing Brasil yang telah menjamur di klub. Sejak didatangkan pada bursa transfer paruh musim 2025/2026, Mauro hanya bermain dua kali bersama Persija Jakarta. Kini, dengan cedera yang dialaminya, ia dipastikan absen selama minimal tiga bulan.

Absennya Mauro Zijlstra menjadi kerugian besar bagi Persija Jakarta. Pasalnya, ia merupakan salah satu opsi penyerang utama saat para pemain asing sedang dalam kondisi tidak optimal. Di tengah perburuan gelar Liga 1 Super League, Persija Jakarta harus menghadapi tantangan berat. Mereka bersaing ketat dengan Persib Bandung dan Borneo FC di puncak klasemen.

Meski begitu, Persija Jakarta memiliki harapan untuk tetap bertahan di papan atas. Dengan sisa sembilan pertandingan, mereka harus memenangkan semua laga jika ingin tetap berada di perburuan juara. Absennya Mauro tentu akan memengaruhi strategi pelatih dan performa tim.

Namun, ada sisi positif yang bisa dilihat dari cedera Mauro. Persija Jakarta mendapatkan kucuran dana dari FIFA karena absennya Mauro akibat cedera. Ini berdasarkan Panduan Perlindungan Klub FIFA yang telah disepakati. Menurut Backpage Sport, FIFA menyediakan program perlindungan klub yang mencakup risiko cedera pemain.

Pemain yang dilepas klub untuk bermain dalam jeda internasional FIFA mendapatkan jaminan. FIFA wajib membayar gaji pemain sesuai kontrak, baik cedera atau tidak. Jika pemain mengalami cedera, FIFA juga akan memberikan kompensasi tambahan.

Klub hanya berhak mengajukan klaim kompensasi berdasarkan Program Perlindungan Klub FIFA jika beberapa kondisi terpenuhi, antara lain:
* seorang pemain mengalami cacat total sementara sebagai akibat dari “kecelakaan”;
* kecelakaan terjadi selama “waktu operatif”; dan
* cedera tersebut mencegah pemain untuk bermain selama lebih dari 28 hari berturut-turut.

Dalam kasus Mauro Zijlstra, cedera yang dialaminya memenuhi syarat tersebut. Ia dipastikan absen lebih dari dua minggu, sehingga seluruh gaji yang sesuai kontrak dengan Persija Jakarta akan dibayarkan FIFA.


Related posts