Gubernur DKI Jakarta Hadiri Upacara Melasti di Pura Segara Jakarta Raya
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, hadir dalam upacara Melasti yang digelar di Pura Segara Jakarta Raya, Cilincing, Jakarta Utara, pada Minggu (15/3/2026). Acara ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948. Pramono tiba di lokasi sekitar pukul 09.50 WIB bersama istri, Endang Nugrahani.
Pramono mengenakan pakaian adat Bali dengan udeng khas, atasan putih, serta kain cokelat. Ia tampak tampil anggun dan sesuai dengan tradisi yang dianut. Endang Nugrahani juga turut memperlihatkan penampilan yang menarik dengan mengenakan kebaya persembahyangan berwarna merah dan selendang merah di pinggangnya. Kombinasi atasan putih dan kain merah membuat penampilannya terlihat sangat anggun.
Kedatangan Pramono dan rombongan disambut oleh para penyambut yang melakukan tarian Sekar Jagad. Tarian ini menjadi simbol penghormatan dan kegembiraan atas kedatangan tamu istimewa. Di lokasi acara, ratusan umat Hindu telah bersiap untuk mengikuti rangkaian upacara Melasti.
Makna Ritual Melasti dalam Tradisi Hindu
Upacara Melasti adalah ritual sakral yang menjadi bagian dari Tawur Agung Kesanga, yaitu rangkaian perayaan menjelang Hari Raya Nyepi. Tahun ini, Hari Raya Nyepi jatuh pada 19 Maret 2026. Dalam tradisi Hindu, Melasti memiliki makna penting sebagai upaya menyucikan diri manusia (Bhuwana Alit) dan alam semesta (Bhuwana Agung).
Prosesi ritual ini dilakukan dengan menggunakan tirta amerta atau air kehidupan sebagai simbol kesucian. Air tersebut dipercaya mampu membersihkan jiwa dan lingkungan sekitar dari segala bentuk keburukan. Prosesi dimulai sejak pagi hari dengan sembahyang bersama serta persiapan berbagai sarana upacara di pura.
Setelah itu, umat Hindu mengikuti arak-arakan menuju lokasi upacara sebagai bagian dari ritual penyucian menjelang perayaan Nyepi. Arak-arakan ini menjadi momen penting yang melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat setempat.
Peran Gubernur dalam Mendukung Budaya Lokal
Kehadiran Gubernur DKI Jakarta dalam acara ini menunjukkan komitmennya terhadap penghargaan terhadap budaya lokal dan agama. Selain itu, kehadiran Pramono juga menjadi bentuk dukungan terhadap keberlanjutan tradisi dan nilai-nilai spiritual yang ada dalam masyarakat.
Dengan hadirnya tokoh penting seperti Gubernur, upacara Melasti tidak hanya menjadi ritual spiritual tetapi juga menjadi ajang promosi budaya yang lebih luas. Hal ini bisa menjadi inspirasi bagi masyarakat lain untuk lebih memahami dan melestarikan tradisi mereka sendiri.
Pentingnya Partisipasi Masyarakat
Partisipasi masyarakat dalam upacara Melasti sangat penting. Ratusan umat Hindu yang hadir menunjukkan antusiasme terhadap tradisi yang sudah dijalankan sejak lama. Mereka ikut serta dalam prosesi ritual, baik dalam bentuk doa, penghormatan, maupun kerja sama dalam persiapan acara.
Selain itu, kehadiran masyarakat juga menunjukkan bahwa budaya dan agama tidak hanya menjadi bagian dari ritual tahunan, tetapi juga menjadi bagian dari identitas dan kebanggaan lokal. Dengan demikian, upacara Melasti bukan hanya sekadar ritual, tetapi juga menjadi momen untuk memperkuat persatuan dan kesadaran akan pentingnya keberagaman budaya.





