img
asatunews
SEKILAS JAKARTA
  • Presiden AS Barack Obama memesan Nasi Goreng di restoran Bali langsung dari Amerika
  • Menurut United Stated Trade Representatives, 25% obat yang beredar di Indonesia adalah palsu.
  • Menurut peneliti di Detroit, orang yang selalu tersenyum lebar cenderung hidup lebih lama.
  • WHO merilis, 30 persen anak-anak di dunia kecanduan menonton televisi dan bermain komputer.
  • Anak yang mengalami gangguan tidur, cenderung memakai obat2an dan alkohol berlebih saat dewasa.
Rabu, 24 September 2014 - 09:46:06 WIB

KPC dan Arutmin Sepakati Renegosiasi Kontrak

Penulis : redaksi
Kategori: Ekonomi Bisnis - Dibaca: 1184 kali

LiputanJakarta.com - PT Kaltim Prima Coal (KPC) dan PT Arutmin Indonesia telah menyepakati renegosiasi kontrak pertambangan.

Kedua perusahaan tambang Pemegang Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) generasi pertama. Dirjen Minerba Kementerian ESDM, R Sukhyar mengatakan proses renegosiasi terus dilakukan dan ditargetkan rampung pada September ini.

Sukhyar menyebut, dua PKP2B generasi pertama yakni KPC dan Arutmin telah menyepakati renegosiasi. Kesepakatan itu kemudian dituang dalam nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) amandemen kontrak pertambangan. "KPC dan Arutmin sudah sepakat renegosiasi. Hari ini tandatangan MoU-nya," kata Sukhyar di Jakarta, Selasa (23/9/2014) seperti dikutip dari Inilah.com.

Sementara itu, Direktur Pembinaan dan Pengusahaan Batubara Kementerian ESDM Bambang Tjahjono Setiabudi menambahkan, luas wilayah KPC dari 90.938 hektar menjadi 84.938 hektar. Sedangkan luas wilayah Arutmin dari 58.898,24 hektar menjadi 55.573,37 hektar. "Luas wilayah KPC berkurang 6.00 hektar dan Arutmin sekitar 3.324,87 hektar," ujarnya.

Penandatanganan MoU itu menambah jumlah PKP2B yang sudah menandatangani hal serupa sebelumnya yakni sebanyak 51 PKP2B. Dari 73 pemegang PKP2B hanya tersisa 20 PKP2B yang masih dalam tahap finalisasi renegosiasi kontrak pertambangan.
BERITA TERKAIT