img
asatunews
SEKILAS JAKARTA
  • Presiden AS Barack Obama memesan Nasi Goreng di restoran Bali langsung dari Amerika
  • Menurut United Stated Trade Representatives, 25% obat yang beredar di Indonesia adalah palsu.
  • Menurut peneliti di Detroit, orang yang selalu tersenyum lebar cenderung hidup lebih lama.
  • WHO merilis, 30 persen anak-anak di dunia kecanduan menonton televisi dan bermain komputer.
  • Anak yang mengalami gangguan tidur, cenderung memakai obat2an dan alkohol berlebih saat dewasa.
Selasa, 23 September 2014 - 14:18:54 WIB

Boediono : Indonesia Tetap Rentan Dihantam Krisis Ekonomi Global

Penulis : shinta sari
Kategori: Ekonomi Bisnis - Dibaca: 1013 kali

LiputanJakarta.com - Indonesia merupakan salah satu negara yang rentan terhempas krisis ekonomi global. Ini tercermin dari pengalaman menghadapi krisis moneter 1998, yang menghantam sejumlah negara Asia, demikian kata Wakil Presiden Boediono.

Wapres mengutarakannya dalam diskusi oleh Bank Dunia bertajuk "Big Ideas, Bersama Mengatasi Kemiskinan dan Ketimpangan," di Jakarta, Selasa 23 September 2014. Boediono menilai, di masa depan, krisis ekonomi global tidak bisa dianggap enteng.

"Pengalaman kita pada 1998, bagaimana krisis itu dapat meningkatkan kemiskinan drastis dalam waktu singkat dan memporak porandakan bangsa," ungkapnya.

Untuk mengantisipasi hal ini, lanjut Wapres, program perlindungan sosial bagi masyarakat mutlak harus ditingkatkan.

Pemerintah saat ini, menurutnya, sudah memiliki berbagai macam program penanggulangan kemiskinan, antara lain, Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Siswa Miskin (BSM) dan beberapa program lainnya.

Namun, Wapres menegaskan, hal tersebut belum cukup menjadi benteng Indonesia dari hantaman krisis. Harus ada kebijakan makro ekonomi yang memperkuat pertahanan itu.

"Namun, kalau krisis terjadi, kita harus siap melindungi penduduk miskin," ujarnya

Dia menyambut baik telah mulai diterapkannya sistem jaminan sosial nasional (SJSN) melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) secara nasional bagi seluruh masyarakat Indonesia.

"Bidang proteksi sosial yang harus dicatat yaitu mulai berlakunya BPJS Kesehatan, dan tahun depan sistem perlindungan ketenega kerjaan akan mulai dilakukan," tambahnya.

Dengan diterapkannya terobosan baru tersebut, diharapkan dapat lebih mengurangi kerentanan Indonesia akan krisis dan pada akhirnya menekan tingkat kemiskinan di masa depan.

"Ini lompatan maju dalam proteksi sosial," tegasnya.


BERITA TERKAIT