img
asatunews
SEKILAS JAKARTA
  • Presiden AS Barack Obama memesan Nasi Goreng di restoran Bali langsung dari Amerika
  • Menurut United Stated Trade Representatives, 25% obat yang beredar di Indonesia adalah palsu.
  • Menurut peneliti di Detroit, orang yang selalu tersenyum lebar cenderung hidup lebih lama.
  • WHO merilis, 30 persen anak-anak di dunia kecanduan menonton televisi dan bermain komputer.
  • Anak yang mengalami gangguan tidur, cenderung memakai obat2an dan alkohol berlebih saat dewasa.
Selasa, 25 Februari 2014 - 01:56:34 WIB

70 ribu tenaga outsourching PT.PLN terancam di PHK

Penulis : rizal
Kategori: Liputan Jakarta - Dibaca: 920 kali

Liputan Jakarta.com - Sebanyak 70 ribu pekerja outsourcing terancam terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) oleh direksi PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan PT Indofarma. Mayoritas pekerja ini telah mengabdi selama 5 sampai 20 tahun.

Para pekerja ini bekerja dalam kegiatan pokok PLN. Sebanyak 6.000 orang diantaranya merupakan anggota Federasi Sarikat Pekerja Metal Indonesia (FPMSI). Hingga hari ini direksi dilaporkan belum menjalankan hasil rekomendasi panja outsoucing  BUMN DPR RI, surat edaran.

"Intinya menyatakan tidak boleh ada pekerja," ujar Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal dalam siaran pers yang diterima ROL, Senin (24/2).

KSPI dan FSPMI mendesak pekerja outsourching agar menjadi pegawai tetap. Rencananya, Selasa (25/2) besok ratusan anggota FSPMI di 15 propinisi akan melakukan mogok nasional menuntut pengangkatan pegawai outsourcing PT PLN dan PT Indofarma menjadi karyawan tetap atau dikontrak langsung oleh BUMN.


BERITA TERKAIT