img
asatunews
SEKILAS JAKARTA
  • Presiden AS Barack Obama memesan Nasi Goreng di restoran Bali langsung dari Amerika
  • Menurut United Stated Trade Representatives, 25% obat yang beredar di Indonesia adalah palsu.
  • Menurut peneliti di Detroit, orang yang selalu tersenyum lebar cenderung hidup lebih lama.
  • WHO merilis, 30 persen anak-anak di dunia kecanduan menonton televisi dan bermain komputer.
  • Anak yang mengalami gangguan tidur, cenderung memakai obat2an dan alkohol berlebih saat dewasa.
Selasa, 18 Februari 2014 - 12:19:22 WIB

Cadangan Minyak RI Cuma 0,5% dari Cadangan Minyak Dunia

Penulis : ismi novita
Kategori: Nasional - Dibaca: 1000 kali

Liputan Jakarta - Dalam kurun waktu 40-50 tahun terakhir Indonesia telah menguras hampir 23 miliar barel cadangan minyaknya. Saat ini, diperkirakan masih terdapat 44 miliar barel minyak yang tersisa.  

"Yang masih dalam bentuk resource, yang masih harus dicari dan dibuktikan lagi bahwa masih adakah benda itu di sana," kata Sekretaris SKK Migas, Gde Pradnyana, di Four Sesseon Hotel, dalam acara Forum Energy, Selasa (18/2/2014).

Gde melanjutkan, saat ini cadangan minyak, batu bara dan gas Indonesia tidak terlalu besar jika dibandingkan dengan negara penghasil minyak, batu bara, dan gas yang lain. Jumlah cadangan minyak Indonesia, saat ini hanya 0,5 persen dari cadangan minyak dunia.

Sementara Untuk gas sendiri, cadangan kita hanya 1,4 persen dari cadangan gas dunia, dan batu bara 3,1 persen. Jumlah ini jauh lebih kecil jika dibandingkan negara penghasil minyak, batu bara, dan gas yang lain.

Sebut saja Saudi Arabia sebagai penghasil minyak. Jumlah cadangannya jauh lebih besar dari pada Indonesia. Sayangnya, Indonesia masih terlalu bangga sebagai eksportir. Padahal, konsumsi gas dan batu bara di dalam negeri sendiri masih sangat minim.

"Konsumsi gas kita di masa lalu dan sekarang masih sangat rendah. Demikian juga batu bara yang di ekspor banyak, hanya sedikit yang kita konsumsi sendiri. Jadi sebenarnya kita tidak terlalu kaya-kaya amat," tandasnya.

 Karenanya, Gde menyampaikan perlu terus dilakukan eksplorasi agar Indonesia terus dapat menemukan cadangan energi baru, terutama gas yang saat ini tengah digiatkan penggunaannya. "Butuh eksplorasi, cadangan memang ada, tapi tanpa eksplorasi kita tidak akan tahu, karenanya mengapa kita harus eksplorasi," katanya.

Saat ini produksi eksplorasi gas lebih besar dari pada minyak. Hal tersebut menurut Gde, seharusnya juga dapat mempengaruhi pola konsumsi masyarakat untuk lebih memanfaatkan gas dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, Gde menyampaikan hampir seluruh daerah di Indonesia mempunyai potensi gas.

"Saat ini yang sudah berproduksi ada 16 daerah yang sudah berproduksi dan sebagian besar berada di Indonesia bagian barat. Yang sudah di bor tetapi velum diproduksi juga banyak, sebagian besar ada di wilayah timur," pungkasnya


BERITA TERKAIT