img
asatunews
SEKILAS JAKARTA
  • Presiden AS Barack Obama memesan Nasi Goreng di restoran Bali langsung dari Amerika
  • Menurut United Stated Trade Representatives, 25% obat yang beredar di Indonesia adalah palsu.
  • Menurut peneliti di Detroit, orang yang selalu tersenyum lebar cenderung hidup lebih lama.
  • WHO merilis, 30 persen anak-anak di dunia kecanduan menonton televisi dan bermain komputer.
  • Anak yang mengalami gangguan tidur, cenderung memakai obat2an dan alkohol berlebih saat dewasa.
Selasa, 18 Februari 2014 - 12:11:40 WIB

Makin Banyak Anggota DPR Bolos, Rapat Paripurna Tak Kuorum

Penulis : rizal
Kategori: Polkum - Dibaca: 1079 kali

Liputan Jakarta - Banyaknya kursi-kursi kosong dalam rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) adalah pandangan yang lazim terjadi. Namun, Rapat paripurna DPR pada Selasa (18/2/2014) pagi bisa jadi yang terparah selama masa kerja DPR 2014-2019. Pasalnya, baru dalam rapat kali ini, tingkat kehadiran anggota DPR merosot tajam bahkan tak mampu mencukupi kuorum sebagai syarat dimulainya rapat.

Jika sebelumnya, rapat selalu dibuka setelah menunggu jumlah anggota dewan yang hadir memenuhi kuorum, namun tidak demikian yang terjadi pada rapat hari ini. Rapat akhirnya molor hingga satu jam yakni pukul 11.00 WIB, menunggu anggota dewan untuk hadir. Politisi Partai Demokrat, Parlindungan Hutabarat pun sampai jengkel menunggu di dalam ruang paripurna. Dia terus berteriak mengingatkan bahwa waktu rapat sudah molor 1 jam.

"Ini sudah satu jam belum mulai juga. Kalau mau mulai jam 11, jangan bilang jam 10," tukas Parlindungan. Yang dikutip dari kompas.com

Berdasarkan data kehadiran yang ada, jumlah anggota yang hadir hingga pukul 11.00 adalah 226 orang dari total 460 anggota di DPR. Seharusnya, rapat dimulai jika sudah kuorum yakni 281 anggota. Adapun berikut rincian tingkat kehadiran anggota DPR pada rapat paripurna kali ini:

 

1. Fraksi Partai Demokrat 70 orang

2. Frasi Partai Golkar 40 orang

3. Fraksi PDI-P 35 orang

4. Fraksi PKS 25 orang

5. Fraksi PAN 18 orang

6. Fraksi PPP 16 orang

7. Fraksi PKB 6 orang

8. Fraksi Gerindra 13 orang

9. Fraksi Partai Hanura 3 orang

 

Jumlah ini berbeda dengan tingkat kehadiran fisik yang hanya mencapai 138 orang. Kendati kurang dari kuorum, rapat tetap dibuka oleh Wakil Ketua DPR Pramono Anung. Pramono menyatakan sejak awal rapat ini tidak mencapai kuorum sehingga tidak bisa mengambil keputusan. Sehingga, Pramono menilai lebih baik rapat tetap dilanjutkan sembari menunggu kedatangan anggota dewan.

 

Politisi Partai Demokrat, Heriyanto melakukan interupsi dan meminta agar Pramono membuka dulu semua rincian anggota dewan yang hadir sebelum melanjutkan rapat. Pramono pun membacakan data kehadiran hingga direvisi sebanyak tiga kali, tetapi juga tak memenuhi kuorum.

 

"Karena belum kuorum juga, kita skors saja," usul Pramono.

 

Usulan ini langsung diprotes politisi Partai Demokrat, Sutan Bhatoegana yang mengaku khawatir jika rapat diskorsing hanya akan membuat tingkat kehadiran semakin sedikit. Akhirnya, rapat dilanjutkan namun proses pengambilan keputusan tetap menunggu jumlah anggota yang hadir memenuhi kuorum.

Adapun, agenda pengambilan keputusan dalam rapat paripurna hari ini mencakup pengambilan keputusan RUU tentang Pengesahan Perjanjian antara Republik Indonesia dan Republik Korea tentang Bantuan Hukum Timbal Balik dalam Masalah Pidana dan RUU tentang Pengesahan Perjanjian antara Republik Indonesia dan Republik India tentang Bantuan Hukum Timbal Balik dalam Masalah Pidana.

Selain itu, rapat paripurna ini juga dijadwalkan mendengar laporan Komisi VII DPR tentang hasil fit and proper test calon anggota Dewan Energi Nasional dari pemangku kepentingan periode 2014-2014, dilanjutkan dengan pengambilan keputusan.


BERITA TERKAIT