img
asatunews
SEKILAS JAKARTA
  • Presiden AS Barack Obama memesan Nasi Goreng di restoran Bali langsung dari Amerika
  • Menurut United Stated Trade Representatives, 25% obat yang beredar di Indonesia adalah palsu.
  • Menurut peneliti di Detroit, orang yang selalu tersenyum lebar cenderung hidup lebih lama.
  • WHO merilis, 30 persen anak-anak di dunia kecanduan menonton televisi dan bermain komputer.
  • Anak yang mengalami gangguan tidur, cenderung memakai obat2an dan alkohol berlebih saat dewasa.
Minggu, 19 Januari 2014 - 21:31:47 WIB

Cegah Banjir, Dua Waduk Baru Akan Dibuat di Bogor

Penulis : oriza sativa
Kategori: Liputan Jakarta - Dibaca: 1388 kali

Sebanyak dua waduk besar rencananya akan dibuat di wilayah Bogor, Jawa Barat. Langkah ini diambil sebagai solusi masalah banjir yang kian kronis. Wacana tersebut terlontar dari Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan saat mengunjungi Bendung Katulampa hari ini.

 Aher mengatakan, tahun ini pembicaraan soal banjir harus sudah berakhir. Artinya tahun depan sudah tidak boleh ada lagi banjir melanda.

"Mari kita bicarakan bersama antara pemerintah pusat, Pemrov Jabar dan Pemprov DKI Jakarta tentang penanggulangan banir sepanjang waktu," jelasnya usai memantau langsung ketinggian air di Bendung Katulampa, Bogor, Minggu (19/1/2014).

Ia melanjutkan, salah satu cara untuk mengatasi banjir yaitu rencana pembuatan waduk di daerah hulu. "Rencananya akan dibuat waduk buatan di Ciawi dan satu lagi di daerah bawahnya," tuturnya.

Waduk buatan ini, kata dia, akan menampung air dari hulu sungai sebelum mengalir ke daerah hilir.

"Besok kita akan bicarakan dengan Pak gubernur Jokowi sebagai wakil pemrov DKI, saya wakil dari Jabar dan Menteri PU untuk membuat persetujuan pembuatan waduk," tambahnya.

Cara lain yang dijalani untuk menanggulangi masalah banjir juga dilakukan, seperti membenahi bagian hulu dengan melakukan penghijauan di daerah bekas lahan pembongkaran villa-villa liar yang akhir tahun lalu sudah diratakan sebagian.

"Bangunan-bangunan liar di bantaran kali juga harus dibenahi, karena dalam UU pengairan mengatakan 20 meter dari bantaran sungai. Enggak boleh ada bangunan," tegasnya.

Oleh karena itu, pihaknya akan membuat rekayasa atau tindakan untuk menanggulangi masalah tersebut


BERITA TERKAIT