img
asatunews
SEKILAS JAKARTA
  • Presiden AS Barack Obama memesan Nasi Goreng di restoran Bali langsung dari Amerika
  • Menurut United Stated Trade Representatives, 25% obat yang beredar di Indonesia adalah palsu.
  • Menurut peneliti di Detroit, orang yang selalu tersenyum lebar cenderung hidup lebih lama.
  • WHO merilis, 30 persen anak-anak di dunia kecanduan menonton televisi dan bermain komputer.
  • Anak yang mengalami gangguan tidur, cenderung memakai obat2an dan alkohol berlebih saat dewasa.
Sabtu, 18 Januari 2014 - 20:18:22 WIB

Perusahaan Tambang Biang Keladi Kerusakan Alam

Penulis : ismi novita
Kategori: Liputan Jakarta - Dibaca: 1241 kali

Liputan Jakarta.Com - Wahana Lingkungan Indonesia (Walhi) menilai perusahaan pertambangan paling berkontribusi besar terkait kerusakan alam yang terjadi di kawasan Indonesia.

 

Bahkan kerusakan alam akibat pengelolaan pertambangan yang melebihi lahan yang dikelola oleh perusahaan. "Yang paling berkontribusi atas kerusakan alam dan banyak menimbulkan bencana di Indonesia ya pertambangan," jelas Manager Penanganan Bencana WALHI Nasional, Mukri Friatna, usai diskusi di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (18/1/2014).

 

Parahnya lagi, kata Mukri, perusahaan pertambangan tersebut yang menyebabkan kerusakan alam, mayoritas perusahaan pertambangan asing. "Sekala besar pertambangan milik asing. Newmont, Exxon Mobil, dan Freeport, itu yang berkontribusi besar penyebab bencana," tegas dia.

 

Oleh sebab itu, dia mendesak pemerintah segera memutus kontrak kerja dengan perusahaan pertambangan asing itu. Pasalnya, dibandingkan dengan sumbangsih terhadap negara justru lebih banyak kerugiannya.

 

Pasalnya, dampak kerusakan alam yang menjadi bencana bagi masyarakat setempat tak sebanding dengan manfaatnya. "Harus diputus nilai kontraknya. Perusahaan asing harus ditinjau ulang," kata dia.

 

"Kalau tambang praktis terjadi perubahan alam. Bencananya seluas wilayah yang digunakan oleh perusahaan," pungkasnya..


BERITA TERKAIT