img
asatunews
SEKILAS JAKARTA
  • Presiden AS Barack Obama memesan Nasi Goreng di restoran Bali langsung dari Amerika
  • Menurut United Stated Trade Representatives, 25% obat yang beredar di Indonesia adalah palsu.
  • Menurut peneliti di Detroit, orang yang selalu tersenyum lebar cenderung hidup lebih lama.
  • WHO merilis, 30 persen anak-anak di dunia kecanduan menonton televisi dan bermain komputer.
  • Anak yang mengalami gangguan tidur, cenderung memakai obat2an dan alkohol berlebih saat dewasa.
Kamis, 16 Januari 2014 - 22:47:53 WIB

APPBI gelar seminar dan Rakernas di Jakarta

Penulis : rizal
Kategori: Nasional - Dibaca: 1267 kali

Liputan Jakarta.com - Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia ( DPP APPBI) menggelar Seminar dan Rapat kerja Nasional, ( Rakenas )selama 2 hari, dimulai hari ini, Kamis, (16/1/2013). di Pusat Perbelanjaan di Kawasan Senayan Jakarta.

 

Handaka Santosa, Selaku ketua umum DPP APPBI mengatakan dalam sambutannya " pada kesempatan kali ini, kami sengaja mengemas dua agenda sekaligus, yaitu seminar, dan Rakernas" ujarnya

Dikatakannya pula bahwa " kedua agenda tersebut mempunyai misi yang berbeda beda, namun masih tetap sejalan dengan kemajuan pengelolaan pusat belanja Indonesia" "Untuk seminar diadakan untuk meluaskan sudut cakrawala dan sudut pandang, untuk meningkatkan profesionalisme para anggota APPBI" terang Handaka.

 

Disaat yang sama Darwin A Roni, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (DPP APPBI) Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 70 Tahun 2013 yang mewajibkan pusat perbelanjaan dan toko modern untuk menjual minimal 80 persen produk dalam negeri tidak bisa diaplikasikan pada semua jenis mall di Indonesia.

 

Sejauh ini, menurut Darwin sudah banyak mal yang mayoritas barangnya adalah produk lokal, contohnya Thamrin City yang banyak menjual batik dan busana muslim. Tapi menurutnya peraturan ini tidak bisa dipukul rata ke seluruh mall.

 

"Misalnya saja Senayan City atau mall premium lainnya, ini kan nggak bisa diberlakukan karena pengunjungnya memang dari kalangan high end dan permintaan pengunjungnya memang barang-barang branded," ungkap dia.

 

Tentang banyaknya produk asing yang dijual di mal, APPBI beralasan hal tersebut merupakan upaya agar masyarakat Indonesia tidak perlu lagi ke luar negeri untuk berbelanja.

 

"Misalnya saja Festival Jakarta Great Sale yang kita gelar setiap tahun, tujuannya agar wisatawan nusantara tidak perlu ke luar negeri untuk sekedar memeli barang-barang branded. Apa jadinya kalau 80 persen produknya dari dalam negeri, mereka pasti akan lari ke luar," imbuhnya.

 

turut hadir sebagai key note speaker kali ini yaitu Mr. Chang Suk Suh ( President Director Lotte Shopping Avenue), Chairul Tanjung ( Ketua Komite Ekonomi Nasional ) serta James Gwee TH, MBA, selaku Speaker dan Trainer ( Founder CARE For Nation )

 

 

 


BERITA TERKAIT