img
asatunews
SEKILAS JAKARTA
  • Presiden AS Barack Obama memesan Nasi Goreng di restoran Bali langsung dari Amerika
  • Menurut United Stated Trade Representatives, 25% obat yang beredar di Indonesia adalah palsu.
  • Menurut peneliti di Detroit, orang yang selalu tersenyum lebar cenderung hidup lebih lama.
  • WHO merilis, 30 persen anak-anak di dunia kecanduan menonton televisi dan bermain komputer.
  • Anak yang mengalami gangguan tidur, cenderung memakai obat2an dan alkohol berlebih saat dewasa.
Jumat, 29 November 2013 - 23:03:23 WIB

Film 99 Cahaya di Langit Eropa, keindahan Islam, di benua Biru

Penulis : rizal
Kategori: Film - Dibaca: 3994 kali

Liputan Jakarta.Com - Film 99 Cahaya di Langit Eropa, diangkat dari sebuah Novel Laris dengan Judul yang sama, ditulis oleh Hanum Salsabiela Rais, Novel ini mengisahkan catatan perjalanan penulisnya selama 3 Tahun berada di Eropa, berkisah tentang, sebuah pencarian. Pencarian cahaya Islam di Eropa.

Di Benua Biru ini,  sedang tertutup awan saling curiga dan kesalahpahaman.  Yang salah tentang dunia Islam, Hanum Rais mencoba, mengisahkannya, yang sebagian kami kutip dari blog pribadi sang penulis, Hanumrais.com . berikut sinopsisnya :

aku (Hanum, diperankan  Acha Septriasa ) merasakan hidup di suatu negara dimana Islam menjadi minoritas. Pengalaman yang makin memperkaya spiritualku untuk lebih mengenal Islam dengan cara yang berbeda.

Hanum 

Pertemuanku dengan perempuan muslim di Austria, Fatma Pasha (Raline Shah ) telah mengajarkanku untuk menjadi bulir-bulir yang bekerja sebaliknya. Menunjukkan pada Eropa bulir cinta dan luasnya kedamaian Islam. Sebagai Turki di Austria, Ia mencoba menebus kesalahan kakek moyangnya yang gagal meluluhkan Eropa dengan menghunus pedang dan meriam. Kini ini ia mencoba lagi dengan cara yang lebih elegan, yaitu dengan lebarnya senyum dan dalamnya samudra kerendahan hati.

Aku dan Fatma mengatur rencana. Kami akan mengarungi jejak-jejak Islam dari barat hingga ke timur Eropa. Dari Andalusia Spanyol hingga ke Istanbul Turki. Dan entah mengapa perjalanan pertamaku justru mengantarkanku ke Kota Paris, pusat ibukota peradaban Eropa.

marionhanum

Di Paris aku bertemu dengan seorang mualaf, Marion Latimer (Dewi Sandra) yang bekerja sebagai ilmuwan di Arab World Institute Paris. Marion menunjukkan kepadaku bahwa Eropa juga adalah pantulan cahaya kebesaran Islam. Eropa menyimpan harta karun sejarah Islam yang luar biasa berharganya. Marion membukakan mata hatiku. Membuatku jatuh cinta lagi dengan agamaku, Islam. Islam sebagai sumber pengetahuan yang penuh damai dan kasih.

Museum Louvre, Pantheon, Gereja Notre Dame hingga Les Invalides semakin membuatku yakin dengan agamaku. Islam dulu pernah menjadi sumber cahaya terang benderang ketika Eropa diliputi abad kegelapan. Islam pernah bersinar sebagai peradaban paling maju di dunia, ketika dakwah bisa bersatu dengan pengetahuan dan kedamaian, bukan dengan teror atau kekerasan

Perjalananku menjelajah Eropa adalah sebuah pencarian 99 cahaya kesempurnaan yang pernah dipancarkan oleh Islam di benua ini. Cordoba, Granada, Toledo, Sicilia dan Istanbul masuk dalam manifest perjalanan spiritualku selanjutnya.

"Akhir dari perjalananku selama 3 tahun di Eropa justru mengantarkanku pada titik awal pencarian makna dan tujuan hidup. Makin mendekatkanku pada sumber kebenaran abadi yang Maha Sempurna." tutur Hanum dalam blognya.

lukisan 

Yang menarik dari Film 99 Cahaya di Langit Eropa adalah, saat Marion dan Hanum, berada di museum Louvre Paris, sang sutradara, mengambil gambar sebuah lukisan Bunda Maria, lalu Marion (Dewi Sandra) berkata kepada Hanum (Aca Septriasa), "Coba kamu lihat, Hijab Bunda Maria, ada tulisan apa?”, lalu Hanum melihat lebih seksama (kamera men Zoom lukisan Virgin and the Child karya Ugolino di Nerio, lebih dekat).  "ada tulisan arab tanpa huruf Vokal" ujar Hanum.  " ya, itu tulisan arab, La ilaha Illallah” . (Hanum terpana dan terharu, seraya memandang lukisan itu ).

 (lukisan Virgin and the Child karya Ugolino di Nerio yang dipajang di museum Louvre memuat tulisan Kufic Laa ilaha illallah.pada Hijab Bunda Maria, Kaligrafi Kufic ini juga muncul pada jubah raja Roger II of Sicily, raja yang memerintah Sisilia pada abad 12.) Penasaran kan ?

 

Film ini berdurasi 97 menit, dan rencananya akan dilanjutkan bagian keduanya.

 

disutradarai Guntur Soeharjanto, dibintangi Acha Septriasa dan Abimana Aryasatya, serta beberapa artis lain seperti Raline Shah, Nino Fernandez, Alex Abbad, Marrisa Nasution, dan Dewi Sandra.


BERITA TERKAIT