img
asatunews
SEKILAS JAKARTA
  • Presiden AS Barack Obama memesan Nasi Goreng di restoran Bali langsung dari Amerika
  • Menurut United Stated Trade Representatives, 25% obat yang beredar di Indonesia adalah palsu.
  • Menurut peneliti di Detroit, orang yang selalu tersenyum lebar cenderung hidup lebih lama.
  • WHO merilis, 30 persen anak-anak di dunia kecanduan menonton televisi dan bermain komputer.
  • Anak yang mengalami gangguan tidur, cenderung memakai obat2an dan alkohol berlebih saat dewasa.
Kamis, 14 November 2013 - 20:59:06 WIB

Hatta Rajasa : Indonesia harus tingkatkan kapasitas building

Penulis : rizal
Kategori: Ekonomi Bisnis - Dibaca: 1152 kali

Liputan Jakarta. Com - Menko Perekonomian, Hatta Rajasa mengatakan negara-negara maju harus bertanggung jawab terhadap liberalisasi perdagangan.

"Negara maju terhadap liberalisasi harus ada tanggung jawab ke negara emerging market atau berkembang. Apakah ada kepentingan sukarela negara maju?," kata Hatta di Lembaga Pertahanan Nasional, Kamis (14/11/2013).

Sejatinya liberalisasi perdagangan, lanjut Hatta, mengarah ke perdagangan yang berkeadilan. "Kerja sama sejatinya membuat liberalisasi perdagangan lebih keadilan. Tidak menimbulkan defisit yang terlalu besar karena nggak ada kapasitas building," jelasnya.

Oleh karena itu, tambah Hatta, negara Indonesia harus meningkatkan kapasitas building agar tidak terancam perekonomiannya. "Kalau kita tidak mampu meningkatkan kapasitas building, ekonomi akan ada ancaman ke depan," paparnya.

Selanjutnya Hatta mengatakan, tentang Daftar Negatif Investasi (DNI) belum selesai dibahas masih ada perdebatan di sana-sini yang harus diselesaikan di tingkat menteri. "DNI belum sampai ke presiden, baru sampai tingkat rapat koordinasi di bawah saya. Saya kembalikan DNI harus dibahas kembali dengan catatan penting, jaga kepentingan nasional," tukasnya

Hatta menyebutkan ada beberapa invetasi yang perlu ditingkatkan seperti farmasi. "Farmasi dilonggarkan 75% menjadi 85% karena lokal patner tidak kuat, impor bahan baku obat tinggi. yang diharapkan adalah lokal patner kuat," pungkas Hatta

 


BERITA TERKAIT