img
asatunews
SEKILAS JAKARTA
  • Presiden AS Barack Obama memesan Nasi Goreng di restoran Bali langsung dari Amerika
  • Menurut United Stated Trade Representatives, 25% obat yang beredar di Indonesia adalah palsu.
  • Menurut peneliti di Detroit, orang yang selalu tersenyum lebar cenderung hidup lebih lama.
  • WHO merilis, 30 persen anak-anak di dunia kecanduan menonton televisi dan bermain komputer.
  • Anak yang mengalami gangguan tidur, cenderung memakai obat2an dan alkohol berlebih saat dewasa.
Rabu, 13 November 2013 - 19:53:18 WIB

Antisipasi Kebakaran MRCCC Siloam Hospitals, lakukan latihan penyelamatan

Penulis : redaksi
Kategori: Ragam Berita - Dibaca: 2515 kali

Liputan Jakarta.Com - Salah satu objek  Vital  yang memiliki risiko kebakaran, yaitu rumah sakit. Apabila terjadi kebakaran akan membawa dampak yang sangat luas. Hal ini dikarenakan rumah sakit merupakan tempat pelayanan kesehatan. Oleh karena itu, dalam meningkatkan pelayanan para pasien rumah sakit juga dituntut untuk meningkatkan keamanan, meningkatkan kualitas, mempertinggi perlindungan keselamatan, dan memperkecil resiko bencana..

Untuk mengantisipasi timbulnya resiko –resiko yang bisa terjadi kapan saja, MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, pada hari Rabu, (13/11/13), melakukan Drilling Safety Simulation.

Dr. Stefanus A. Passat 

Dr. Stefanus A. Passat, kepala satuan K3 MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, mengatakan saat wawancara, bahwa “kegiatan ini dilakukan rutin, setahun sekali, dan nantinya akan ditingkatkan menjadi dua kali dalam setahun. Kegiatan Drilling Safety Simulation ini sudah 2 kali dilakukan”, ujar Stefanus.

Disetiap lantai kami menempatkan tim K3, untuk mengantisipasi kebakaran di tiap-tiap lantainya. Untuk mengantisipasi agar api tidak menjalar ke lantai yang lain. Apabila diperlukan tindakan evakuasi, maka terpaksa harus kami lakukan, tukasnya

Evakuasi akan kami lakukan melalui, tangga-tangga darurat, dan harus sesuai dengan urut-urutannya, agar tidak terjadi antrian ditangga-tangga darurat.

Evakuasi 

Acara simulasi hari ini  melibatkan 175 orang termasuk, Dokter, Perawat, Pasien dan tenaga medis lain serta pegawai Adminstrasi lainnya.

Dr. Stefanus menambahkan, bahwa Training Fire Safety di MRCCC Siloam Hospitals Semanggi ini dilakukan seminggu sekali. Meliputi pengetahuan Teori dan praktek.

 Pasien Pasien

Inilah skenario Drilling Safety Simulation MRCCC Siloam Hospitals Semanggi:

Pada hari Rabu, tanggal 13 Nopember 2013 sekitar jam 09.00 WIB telah terjadi kebakaran, sehingga menimbulkan kepanikan dan dampak yang luar biasa terhadap operasional MRCCC Siloam Hospitals Semanggi. Karena api yang timbul cukup besar, maka aliran listrik terpaksa diputus, selain itu juga menimbulkan kerusakan bangunan di ruang rawat inap rumah sakit, sehingga harus menggunakan ”handy talkie” dan ”megaphone”. Dampak buruk dari adanya kondisi kebakaran yang cukup besar ini adalah terjadinya asap tebal (dapat dibuat dengan menggunakan “dry ice” atau menggunakan asap untuk “fogging” nyamuk Aedes aegypti) di lantai ”23” MRCCC Siloam Hospitals Semanggi (diduga akibat hubungan arus pendek listrik), sehingga menciptakan kepanikan dari pekerja dan pasien beserta keluarganya di lantai tersebut. Berdasarkan skenario cerita tersebut, kami akan mencoba membuat beberapa adegan, yang nantinya akan diperankan oleh para peserta pelatihan.

 

Adegan 1

Mengenai lokasi awal terjadinya kebakaran (terlihatnya asap) di lantai 23.

Adegan 2

Tentukan seorang sekuriti untuk melakukan peran menerima telepon, dan bila memungkinkan ada beberapa orang sekuriti di ruangan tersebut (sebisa mungkin menggunakan ruangan yang sebenarnya).

Adegan 3

Tentukan 2 orang aktor tambahan yang akan berperan sebagai perwakilan dari departemen perawatan dan 2 orang aktor tambahan yang akan berperan sebagai perwakilan dari departemen rumah tangga (peran dan tugas akan dijabarkan dalam skenario).

Adegan 4

Tentukan beberapa orang aktor tambahan yang akan berperan sebagai penerima telepon untuk pihak DamKar, Kepolisian/aparat keamanan, DinKes, Tagana/Basarnas, RS jejaring).

Adegan 5

Tentukan beberapa orang aktor tambahan yang akan berperan sebagai petugas dari DamKar setempat.

Adegan 6

Usahakan pada saat melakukan evakuasi vertikal (menuruni tangga darurat) diperankan dengan kesungguhan dan keseriusan (untuk menghindari adanya kecelakaan yang sebenarnya, karena tidak tertutup kemungkinan bisa saja terjadi), apabila ada kelelahan yang dirasakan karena beban yang diangkat terlalu berat atau karena memang kondisi fisik yang tidak memungkinkan, mohon segera diberitahukan tanpa ada keraguan, daripada menimbulkan cedera atau masalah yang tidak diharapkan.

Adegan 7

Sebisa mungkin pasien yang akan berada di rumah sakit lapangan telah ditentukan sejak awal skenario, sehingga kondisi di rumah sakit lapangan tidak kacau balau, misalnya berapa pasien/korban yang mendapatkan hasil triase berwarna hijau, berwarna kuning, atau berwarna merah, dan sebagainya).


BERITA TERKAIT