img
asatunews
SEKILAS JAKARTA
  • Presiden AS Barack Obama memesan Nasi Goreng di restoran Bali langsung dari Amerika
  • Menurut United Stated Trade Representatives, 25% obat yang beredar di Indonesia adalah palsu.
  • Menurut peneliti di Detroit, orang yang selalu tersenyum lebar cenderung hidup lebih lama.
  • WHO merilis, 30 persen anak-anak di dunia kecanduan menonton televisi dan bermain komputer.
  • Anak yang mengalami gangguan tidur, cenderung memakai obat2an dan alkohol berlebih saat dewasa.
Sabtu, 23 Maret 2013 - 14:04:15 WIB

VENUS Penguasa Dunia, Mereka berjuang juga untuk wanita

Penulis : shinta sari
Kategori: Profil - Dibaca: 1054 kali

Tercatat ada 20 negara yang dipimpin oleh presiden atau perdana menteri wanita. Hanya 10% saja dari 196 negara didunia. Bahkan, sabagian besar dari negara-negara tersebut baru pertama kali dipimpin oleh wanita. Sebut saja Australia dengan perdana Menteri Julia Gilard, (50), Jerman dengan kanselor Angela Merkel (58), Brazil denga presiden Dilma Rouself (64), serta India dengan Presiden Pratibha Patil (79) Privilege sebagai seorang wanita tak berlaku bagi m$ereka. Bahakan, seringkali publk, masyarakat, dan oposisi, menetapkan standar yang sangat tinggi bagi para wanita pemimpin ini. Namun, tak mungkin mereka bisa sampai diposisi ini jika tanpa kualifikasi dan lketanguhan mental yang luar biasa. Lihat saja betapa tegarnya Kanselor Merkel menghadapi kritikan terhadap kebujakan energi dan keputusan pemerintahannya untuk menutup beberapa pembangkit tenaga nuklir diJerman. Kebijakannya itu telah mangakibatkan harga bahan bakar minyak melambung tinggi dan berdampak pada kerugian ekonomi beberapa perusahaan besar, yang berdampak pada pengurangan pegawai. Artinya angka pengangguran pun bertambah. Kanselor Merkel memang tengah merancang sebuah transformasi energi yang disebut Energiewende. Dan ia sadara betul bahwa ada harga yang harus dibayar untuk sebuah perubahan. Cobaan yang dihadapi PM Gillard lain lagi. Ternyata, banyak juga wanita Australia yang tidak bangga memiliki perdana menteri. Bagi Masyarakatn terutama wanita, yang mendukung hubungan pernikahan patriarkat. Perdana Menteri Gillard telah mengabaikan kodrat wanita. berikut salah satu bentuk cemoohan kepadanya yang dikutip dari situs www.smh.com.au : "Demi komitmen atas kariernya, dia telah membiarkan rumah dan dapurnya terbengkalai. Mungkin itu alasannya kenapa ia tidak kunjung menikah, agar ia tidak perlu merasa frustasi akan tanggung jawab yang besar merawat bayi, merawat anak yang sakit, dan mengasuh remaja. Seperti dikutip dari Femina. Tak ada jalan mulus menuju Roma. satu yang pasti, para pemimpin wanita ini tetap berdiri tegar sekokoh karang dan terus menghembuskan harapan, tak hanya bagi bangsanya, tetapi juga sesama wanita.
BERITA TERKAIT