img
asatunews
SEKILAS JAKARTA
  • Presiden AS Barack Obama memesan Nasi Goreng di restoran Bali langsung dari Amerika
  • Menurut United Stated Trade Representatives, 25% obat yang beredar di Indonesia adalah palsu.
  • Menurut peneliti di Detroit, orang yang selalu tersenyum lebar cenderung hidup lebih lama.
  • WHO merilis, 30 persen anak-anak di dunia kecanduan menonton televisi dan bermain komputer.
  • Anak yang mengalami gangguan tidur, cenderung memakai obat2an dan alkohol berlebih saat dewasa.
Kamis, 13 Desember 2012 - 16:17:47 WIB

Dahlan: Sudah Tak Zaman Pemimpin Mengajak Prihatin

Penulis : redaksi
Kategori: Profil - Dibaca: 13240 kali

Menteri BUMN Dahlan Iskan mengaku seorang pemimpin kini sudah tidak zaman mengajak masyarakatnya untuk hidup prihatin. Masyarakat Indonesia saat ini ingin serba cepat dan instan.

Saat ini, Indonesia memiliki sekitar 136 juta jiwa masyarakat yang hidup dalam kelas menengah. Ciri khas masyarakat tersebut adalah tidak mau lagi diajak menderita dan ingin serba cepat.

"Makanya pemerintah susah sekali mengajak masyarakat untuk hidup hemat, misal listrik dan BBM. Program itu jadi gagal. Apalagi kalau ada pemimpin yang mengajak masyarakatnya hidup prihatin, itu sudah tidak zaman," kata Dahlan di acara Markplus Conference 2013 di Hotel Ritz Carlton Pacific Place Jakarta, Kamis (13/12/2012).

Menurut Dahlan, mungkin masyarakat saat ini sudah lama merasakan hidup sengsara. Sehingga sudah tidak mau lagi diajak untuk prihatin. Atau bisa jadi masyarakat saat ini ingin hidup lebih sejahtera.

"Ini juga yang menyebabkan kapal Pelni kini kosong. Semuanya ingin naik pesawat karena semua ingin cepat. Kalau mau naik bus, sopirnya saja ditanya dulu, nyopirnya lambat atau cepat. Kalau lambat, mending saya pilih yang nyopirnya cepat saja. Itulah masyarakat Indonesia saat ini," tambahnya.

Dengan kondisi seperti ini, pemerintah harus sigap melihat kecenderungan masyarakatnya. Sehingga birokrasi yang biasa lambat harus segera diubah biar cepat. "Orang-orang sekarang sudah tidak mau diajak lambat lagi," tambahnya.
BERITA TERKAIT