img
asatunews
SEKILAS JAKARTA
  • Presiden AS Barack Obama memesan Nasi Goreng di restoran Bali langsung dari Amerika
  • Menurut United Stated Trade Representatives, 25% obat yang beredar di Indonesia adalah palsu.
  • Menurut peneliti di Detroit, orang yang selalu tersenyum lebar cenderung hidup lebih lama.
  • WHO merilis, 30 persen anak-anak di dunia kecanduan menonton televisi dan bermain komputer.
  • Anak yang mengalami gangguan tidur, cenderung memakai obat2an dan alkohol berlebih saat dewasa.
Kamis, 14 Januari 2016 - 12:58:37 WIB

Investasi Properti Dubai Lebih Baik dari London dan Hong Kong

Penulis : ismi novita
Kategori: Ekonomi Bisnis - Dibaca: 606 kali

Meskipun beberapa sentimen negatif sedang meluap, namun sektor riil Uni Emirat Arab (UEA) telah bertahan melalui tahun sulit dengan ketahanan besar. Sentimen di pasar sebagian besar masih positif.

Meskipun ada gejolak di pasar penjualan, kekuatan dari pengembalian investasi (keuntungan) dari sewa masih menarik pembeli yang berencana untuk melakukan keputusan membeli namun tidak mendiami properti tersebut.

Dikutip dari laman World Property Journal, Kamis (14/1/2016), rata-rata pengembalian investasi (keuntungan) sewa perumahan Dubai di atas 7 persen. Dengan demikian, mengalahkan kota-kota seperti London dan Hong Kong dalam menjanjikan lebih layak pengembalian investasi barang tak bergerak (realty).

Tampaknya 2016 akan menyaksikan inisiasi sejumlah proyek yang mengarah ke Expo 2020, dan mereka cenderung untuk membantu menghidupkan kembali kedua real estat dan aktivitas bisnis. Dengan populasi terus tumbuh dalam jumlah, unit pasokan berlebihan tampaknya bisa gagal memenuhi permintaan.

Sebuah penghapusan formal sanksi perdagangan terhadap Iran juga bisa memberikan modal segar ke pasar dan tentu membiarkan perlambatan harga memperbaikinya. Kebangkitan pemerintah Dubai baru-baru ini ditinggalkan proyek real estat senilai 12 miliar dirham UEA atau setara Rp45,233 triliun (mengacu kurs Rp3.769 per dirham) juga akan membuka berbagai jalan investasi dan kembali membuat banyak tertarik pada pasar.

Abu Dhabi tampaknya berlayar lancar namun perlu secara proaktif cenderung keprihatinan kurangnya pilihan terjangkau. Pertumbuhan di sektor industri, pariwisata dan perhotelan emirat yang mendorong permintaan di sektor real estat dan tekad pemerintah untuk terus meningkatkan infrastruktur memberikan cukup kepercayaan diri.

2016 kemungkinan akan melihat investor kembali skeptis ke pasar untuk mendapatkan keuntungan dari hasil sewa yang tinggi dan permintaan konsekuen bisa menstabilkan pertumbuhan melambat di segmen penjualan.


BERITA TERKAIT