img
asatunews
SEKILAS JAKARTA
  • Presiden AS Barack Obama memesan Nasi Goreng di restoran Bali langsung dari Amerika
  • Menurut United Stated Trade Representatives, 25% obat yang beredar di Indonesia adalah palsu.
  • Menurut peneliti di Detroit, orang yang selalu tersenyum lebar cenderung hidup lebih lama.
  • WHO merilis, 30 persen anak-anak di dunia kecanduan menonton televisi dan bermain komputer.
  • Anak yang mengalami gangguan tidur, cenderung memakai obat2an dan alkohol berlebih saat dewasa.
Rabu, 13 Januari 2016 - 14:36:34 WIB

Dokter Randall Bisa Dihukum di Amerika

Penulis : ismi novita
Kategori: Nasional - Dibaca: 588 kali

Randall Caferty, dokter yang menangani Allya Siska Nadya (33), korban dugaan malapraktik di Klinik Chiropractic First hingga kini belum diketahui keberadaannya.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Tito Karnavian mengatakan, dari hasil penyelidikan sementara dr. Randall masih ada di Indonesia.

"Sedang dicek sama tim Pak Krishna. Hasil sementara yang bersangkutan masih ada di Indonesia. Tapi ada informasi juga dia sudah ada di luar negeri," kata Tito kepada awak media di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (13/1/2016).

Namun, lanjut, Tito, jika dokter asing itu berada di luar negeri, pihaknya sudah berkoordinasi dengan interpol dan FBI lantaran yang bersangkutan merupakan warga negara Amerika Serikat.

Mantan Kapolda Papua itu menjelaskan, Randall bisa saja dihukum di negaranya sendiri. Asalkan ada bukti dari pihak kepolisian Indonesia bahwa Randall melakukan pelanggaran praktek tanpa izin, melanggar undang-undang ketenagakerjaan, undang-undang imigrasi, hingga menyebabkan nyawa orang melayang.

"Prinsip teman-teman FBI, ada tradisi hukum di sana. Kita tidak ada perjanjian ekstradisi, kemungkinan kecil ditangani kita. Asal ada alat bukti dari kita dan itu cukup, mereka akan melakukan proses hukum disana," tutupnya.


BERITA TERKAIT