img
asatunews
SEKILAS JAKARTA
  • Presiden AS Barack Obama memesan Nasi Goreng di restoran Bali langsung dari Amerika
  • Menurut United Stated Trade Representatives, 25% obat yang beredar di Indonesia adalah palsu.
  • Menurut peneliti di Detroit, orang yang selalu tersenyum lebar cenderung hidup lebih lama.
  • WHO merilis, 30 persen anak-anak di dunia kecanduan menonton televisi dan bermain komputer.
  • Anak yang mengalami gangguan tidur, cenderung memakai obat2an dan alkohol berlebih saat dewasa.
Sabtu, 08 November 2014 - 19:52:43 WIB

Koleksi 5 Designer menjadi pamungkas Jakarta Fashion Week 2015

Penulis : rizal
Kategori: Nasional - Dibaca: 1019 kali

Liputan Jakarta.Com - Acara puncak yang paling ditunggu selama gelaran Jakarta Fashion Week 2015, Dewi Fashion Knight kembali menciptakan memorabilia bagi penikmat mode Jakarta. Tiap tahunnya terpilih nama-nama desainer lokal yang bersinar di tahun ini untuk kemudian ditantang berkreasi dalam satu tema yang telah ditentukan.

Acara ini di beri tajuk A Journey to The World. Para desainer menampilkan karyanya, yang diberikan sentuhan budaya atau ornamen dari negara lain.

"Inspirasi koleksiku kali ini berasal dari keindahan alam, terutama hutan di Afrika. Namun, aku tetap memberikan sentuhan lokal dengan menggunakan tenun dari Klaten sebagai material utamanya," ujar Priyo Oktaviano pada jumpa pers di JFW 2015,
Jakarta, Jumat (7/11).

Koleksi Priyo terdiri dari 13 koleksi dan didominasi oleh warna bernuansa biru.

Auguste Susastro menampilkan koleksi yang terinspirasi dari Rusia pada jaman kerajaan. Auguste mengaku awalnya menyiapkan koleksi dengan menggunakan kain batik peranakan dari pesisir. Namun, karena tidak pas dengan tema untuk DFK, Auguste pun memadukannya dengan sentuhan Rusia di zaman kerajaan.

"Banyak budaya yang terdapat di koleksi saya. Karena batik peranakan sendiri merupakan campuran dari beberapa budaya, dan di koleksi ini ditambahkan lagi oleh budaya Rusia," pungkas Auguste.

Kemudian, penikmat mode dibuat terpesona akan keindahan tekstur kain dengan potongan ala India yang dieksplor Sapto Djojokartiko. Terinspirasi dari efek draperi yang ditimbulkan kain sari namun kali ini dibuat sebagai busana siap pakai. Sapto juga menampilkan beberapa gaun panjang dalam potongan minimalis dan juga jaket. Selain itu, potongan celana harem juga ditampilkan untuk menambah khasanah tema yang diangkat.

Sama seperti koleksi yang ditampilkan di Jakarta Fashion Week beberapa hari sebelumnya, warna yang dipakai Sapto terlihat tenang dan dingin, seperti off white, silver dan nude. Masih dengan ornamen payet dan tekstur pada bahan yang membuat koleksi tampak mewah detailnya.

"Senang sekalius menjadi tantangan. saya harus membuat sesuatu yang belum pernah saya kerjakan. Interpretasi indonesia dengan sentuhan india," ujar Sapto.

Vinora Ng bermain dengan warna monokronatis pada koleksinya di pagelaran busana penutup ini. Ia terinspirasi dari Arktik dan Antartika. Dan yang terakhir Nur Zahra yang menampilkan ragam corak khas masyarakat Indian Navajo.

"Kita tentunya bermain motif seperti khasnya NurZahra. Kali ini mengambil motif khas Indian, namun tetap kita hadirkan dan padukan dengan motif Islamic geometric," terang Windri Dhari, desainer dan pendiri NurZahra.

Warna-warna yang mendominasi pada 10 koleksi NurZahra kali ini adalah warna-warna alam dengan potongan yang longgar sesuai dengan busana muslim. Bahan yang digunakan pun katun, satin dan silk satin.


BERITA TERKAIT